Ini Cap D'Agde, Kota Nudis Terbesar di Dunia yang Berubah Jadi Ibu Kota Seks Eropa
Kamis, 15 Juli 2021 - 08:41 WIB
loading...
Image Cap DAgde di Prancis sebagai kota nudis terbesar di dunia telah rusak menjadi ibu kota seks eropa karena invasi industri dewasa. Foto/Sydney Morning Herald
A
A
A
PARIS - Cap D'Agde adalahresor di Prancis yang penduduk dan pengunjung bertelanjang ria sebebas-bebasnya. Wilayah pantai inilah yang dijuluki kota nudis atau naturis terbesar di dunia.
Dengan pantai berpasir yang masih asli dan kantong sinar matahari, Cap D'Agde mungkin terlihat seperti tujuan yang sempurna untuk liburan keluarga yang telah lama ditunggu-tunggu—tetapi jangan kaget karena orang-orang di sana berkeliaran tanpa busana.
Baca juga: Pasangan Ini Bulan Madu di Kota Nudis Terbesar di Dunia, Belanja dan Makan Pun Telanjang
Wilayah pantai selatan Prancis yang juga dijuluki "Naked City [Kota Telanjang]" ini, pengunjung dapat memamerkan semua tubuh mereka di supermarket, restoran, penata rambut, toko roti, dan bahkan bank.
Namun hotspot wisata ini telah menjadi berita utama dalam beberapa tahun terakhir karena "invasi" industri dewasa yang mencakup kelab malam dewasa. Industri seperti itu bertentangan dengan aturan awal yang melarang setiap orang di sana melakukan hubungan seks di tempat umum atau secara terbuka.
Selama pandemi, resor tersebut juga telah dirusak oleh virus corona, di mana pemilik bisnis mengakui bahwa para wisatawan tidak patuh dalam mengikuti aturan menjaga jarak.
Selain pandemi COVID-19 dan gangguan industri dewasa, resor nudis terbesar di dunia ini juga pernah diancam kelompok jihadis yang marah.
Perkemahan nudis telah ada di resor ini sejak tahun 1958, tetapi pada tahun 1970-an, pemilik Oltra bersaudara membantu mendorong rencana untuk mengubahnya menjadi desa telanjang.
Saat ini, memamerkan semua tubuh di pantai itu adalah wajib—dan pengunjung harus membayar £6 (€7) untuk "pajak telanjang" untuk berkeliaran di jalan-jalan.
Tidak seperti banyak resor nudis, pengunjung di Cap D'Agde berbicara di seluruh area tanpa busana, apakah itu untuk perjalanan ke bank, ahli kacamata, atau bahkan kantor pos.
Baca juga: Menyedihkan karena Jadi Hotspot COVID-19 Asia, Bangkitlah Indonesia!
Menarik hingga 50.000 wisatawan per hari, jalur yang indah ini memiliki pantai sepanjang dua kilometer, sebuah pelabuhan dan marina yang dipagari dari bagian kota lainnya.
Sesuai dengan cita-cita kaum nudis, ada denda besar dan kuat sebesar €15.000 jika pengunjung ketahuan berpakaian untuk makan malam.
Dengan pantai berpasir yang masih asli dan kantong sinar matahari, Cap D'Agde mungkin terlihat seperti tujuan yang sempurna untuk liburan keluarga yang telah lama ditunggu-tunggu—tetapi jangan kaget karena orang-orang di sana berkeliaran tanpa busana.
Baca juga: Pasangan Ini Bulan Madu di Kota Nudis Terbesar di Dunia, Belanja dan Makan Pun Telanjang
Wilayah pantai selatan Prancis yang juga dijuluki "Naked City [Kota Telanjang]" ini, pengunjung dapat memamerkan semua tubuh mereka di supermarket, restoran, penata rambut, toko roti, dan bahkan bank.
Namun hotspot wisata ini telah menjadi berita utama dalam beberapa tahun terakhir karena "invasi" industri dewasa yang mencakup kelab malam dewasa. Industri seperti itu bertentangan dengan aturan awal yang melarang setiap orang di sana melakukan hubungan seks di tempat umum atau secara terbuka.
Selama pandemi, resor tersebut juga telah dirusak oleh virus corona, di mana pemilik bisnis mengakui bahwa para wisatawan tidak patuh dalam mengikuti aturan menjaga jarak.
Selain pandemi COVID-19 dan gangguan industri dewasa, resor nudis terbesar di dunia ini juga pernah diancam kelompok jihadis yang marah.
Perkemahan nudis telah ada di resor ini sejak tahun 1958, tetapi pada tahun 1970-an, pemilik Oltra bersaudara membantu mendorong rencana untuk mengubahnya menjadi desa telanjang.
Saat ini, memamerkan semua tubuh di pantai itu adalah wajib—dan pengunjung harus membayar £6 (€7) untuk "pajak telanjang" untuk berkeliaran di jalan-jalan.
Tidak seperti banyak resor nudis, pengunjung di Cap D'Agde berbicara di seluruh area tanpa busana, apakah itu untuk perjalanan ke bank, ahli kacamata, atau bahkan kantor pos.
Baca juga: Menyedihkan karena Jadi Hotspot COVID-19 Asia, Bangkitlah Indonesia!
Menarik hingga 50.000 wisatawan per hari, jalur yang indah ini memiliki pantai sepanjang dua kilometer, sebuah pelabuhan dan marina yang dipagari dari bagian kota lainnya.
Sesuai dengan cita-cita kaum nudis, ada denda besar dan kuat sebesar €15.000 jika pengunjung ketahuan berpakaian untuk makan malam.
Lihat Juga :