Rusia Buat Pembom Siluman yang Mampu Bawa Rudal Hipersonik
Rabu, 27 Mei 2020 - 17:10 WIB
loading...
A
A
A
Kinzhal adalah salah satu senjata yang diluncurkan oleh Vladimir Putin pada tahun 2018, yang digambarkan sebagai "tak terkalahkan." Dilaporkan rudal mampu bergerak sekitar 10 kali kecepatan suara pada kisaran 1.250 mil, mampu mencapai target darat atau laut.
Rusia diketahui telah menginvestasikan sejumlah besar dana dalam program senjata hipersoniknya selama beberapa tahun terakhir, yang sekarang meluncurkan senjata hipersonik yang dapat diluncurkan dari pesawat dan rudal balistik antarbenua yang mampu mengirimkan hulu ledak nuklir.
PAK DA akan menjadi bomber siluman pertama Rusia. Moskow tertinggal di belakang Amerika Serikat (AS) dalam mengembangkan pesawat siluman. Negara ini baru memperkenalkan jet tempur siluman pertamanya, Su-57, pada 2010. sejak itu, Su-57 dikerahkan ke Suriah, meskipun belum diproduksi dalam jumlah besar.
Sumber kedua yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa prototipe itu harus siap pada 2021 meskipun Tupolev — perusahaan dirgantara yang merancang bomber yang diawasi oleh UAC — menolak berkomentar. Newsweek telah menghubungi Tupolev untuk meminta klarifikasi atas laporan tersebut.
Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexey Krivoruchko mengatakan pada bulan Desember bahwa rancangan proyek PAK DA telah disetujui, dan kemudian menambahkan bahwa uji mesin pertama untuk pesawat akan diadakan sekitar tahun ini.
Rusia diketahui telah menginvestasikan sejumlah besar dana dalam program senjata hipersoniknya selama beberapa tahun terakhir, yang sekarang meluncurkan senjata hipersonik yang dapat diluncurkan dari pesawat dan rudal balistik antarbenua yang mampu mengirimkan hulu ledak nuklir.
PAK DA akan menjadi bomber siluman pertama Rusia. Moskow tertinggal di belakang Amerika Serikat (AS) dalam mengembangkan pesawat siluman. Negara ini baru memperkenalkan jet tempur siluman pertamanya, Su-57, pada 2010. sejak itu, Su-57 dikerahkan ke Suriah, meskipun belum diproduksi dalam jumlah besar.
Sumber kedua yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa prototipe itu harus siap pada 2021 meskipun Tupolev — perusahaan dirgantara yang merancang bomber yang diawasi oleh UAC — menolak berkomentar. Newsweek telah menghubungi Tupolev untuk meminta klarifikasi atas laporan tersebut.
Wakil Menteri Pertahanan Rusia Alexey Krivoruchko mengatakan pada bulan Desember bahwa rancangan proyek PAK DA telah disetujui, dan kemudian menambahkan bahwa uji mesin pertama untuk pesawat akan diadakan sekitar tahun ini.
(ber)
Lihat Juga :