Jalanan Moskow Jadi Arena Tawuran, 100 Migran Saling Baku Hantam
Rabu, 14 Juli 2021 - 01:01 WIB
loading...
A
A
A
Moskow memiliki sejumlah besar pekerja migran dari negara-negara Asia Tengah seperti Tajikistan dan Uzbekistan. Perekonomian negara ini agak bergantung pada tenaga kerja yang lebih murah dari negara-negara bekas Soviet ini, terutama di sektor jasa dan konstruksi. Awal tahun ini, juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengungkapkan bahwa pembatasan untuk membantu menghentikan penyebaran COVID-19 telah berdampak pada kecepatan pembangunan Rusia, mencatat bahwa tidak ada cukup orang untuk bekerja di lokasi pembangunan.
Baca juga: Bintang Syur Rusia Tewas usai Jatuh dari Lantai 22 Gedung Bertingkat
“Saya hanya dapat menyatakan kenyataan bahwa ada sangat sedikit migran di negara kami selama setahun terakhir, dan kami benar-benar kekurangan migran ini untuk implementasi rencana ambisius,” katanya.
Pada bulan Maret, Menteri Konstruksi, Perumahan, dan Utilitas Irek Fayzullin mengungkapkan bahwa Rusia kekurangan 1,2 juta pekerja bangunan.
Baca juga: Bintang Syur Rusia Tewas usai Jatuh dari Lantai 22 Gedung Bertingkat
“Saya hanya dapat menyatakan kenyataan bahwa ada sangat sedikit migran di negara kami selama setahun terakhir, dan kami benar-benar kekurangan migran ini untuk implementasi rencana ambisius,” katanya.
Pada bulan Maret, Menteri Konstruksi, Perumahan, dan Utilitas Irek Fayzullin mengungkapkan bahwa Rusia kekurangan 1,2 juta pekerja bangunan.
(ian)
Lihat Juga :