AS Umumkan Pengiriman Tahap Kedua Vaksin Moderna ke Indonesia

Selasa, 13 Juli 2021 - 17:25 WIB
loading...
AS Umumkan Pengiriman...
Senator Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Tammy Duckworth mengumumkan pengiriman tahap kedua vaksin Moderna ke Indonesia. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Senator Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Tammy Duckworth mengumumkan pengiriman tahap kedua vaksin Moderna ke Indonesia. Jumlah vaksin yang akan dikirim adalah 1,5 juta dosis.

Pengiriman ini merupakan tambahan dari tiga juta dosis vaksin Moderna yang diumumkan pemerintahan Presiden Joe Biden akhir pekan lalu, sehingga menggenapkan total donasi vaksin Amerika untuk Indonesia menjadi 4,5 juta dosis. Baca juga: Melawat ke AS, Katib Aam PBNU Bicara Perdamaian Global

"Saya senang sekali mengumumkan bahwa AS mengirimkan 1,5 juta dosis vaksin Amerika untuk Indonesia yang tengah menghadapi peningkatan tajam kasus dan kematian akibat Covid-19," kata Duckworth.

Pria yang pernah menghabiskan masa kecilnya di Indonesia itu mengatakan, pengiriman vaksin ini melengkapi tiga juta dosis yang dikirimkan pekan lalu. Baca juga: Sudah Masuk RI, 3 Juta Vaksin Moderna Diprioritaskan untuk Nakes

Dia mengatakan pengiriman ini tanpa pamrih, tapi berdasarkan pemahaman bahwa tidak ada satu bangsa yang bisa benar-benar aman dari Covid-19 hingga semua bangsa aman.

"Jadi kita harus bekerja sama untuk menyelamatkan nyawa dan membantu mengakhiri pandemi yang dahsyat ini di mana pun," ungkapnya, seperti dikutip dari siaran pers Kedutaan Besar AS di Jakarta yang diterima Sindonews pada Selasa (13/7/2021).

"Saya akan terus bekerja secara erat dengan pemerintah Indonesia untuk mendukung masyarakat Indonesia dan memastikan bahwa mereka menerima dosis vaksin yang aman, dan efektif, serta bantuan internasional yang mereka butuhkan untuk keluar dari pandemi yang mematikan ini," tukasnya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Korban Tewas Gempa M7,8...
Korban Tewas Gempa M7,8 di Filipina Bertambah Menjadi 41 Orang
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Cut Meyriska Syok Hanania...
Cut Meyriska Syok Hanania Travel Bermasalah, Padahal Sudah Kantongi Akreditasi dan Rekor MURI
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved