Seorang Miliarder Israel Didakwa Sekongkol dengan Agen Intelijen Iran

Selasa, 13 Juli 2021 - 07:11 WIB
loading...
Seorang Miliarder Israel...
Yaqoub Abu al-Qiaan, miliarder Israel yang didakwa kontak dan sekongkol dengan agen intelijen Iran. Foto/Israel Hayom/Dudu Grunshpan
A A A
TEL AVIV - Seorang miliarder Israel didakwa melakukan kontak dan bersekongkol dengan agen intelijen Iran . Selama kontak itu, dia berbagi informasi termasuk tentang pasukan keamanan negaranya.

Yaqoub Abu al-Qia'an dikenal sebagai raja konstruksi Israel dari komunitas Badui.

Baca juga: Pasangan Ini Bulan Madu di Kota Nudis Terbesar di Dunia, Belanja dan Makan Pun Telanjang

Miliarder yang menjadi pusat investigasi terbaru Shin Bet tersebut pernah menjadi kandidat anggota Knesset atau Parlemen. Dia juga pernah dianggap sebagaipesaing oleh mantan Menteri Pertahanan Israel Moshe Ya'alon pada 2019.

Yaqoub Abu al-Qia'an pada hari Senin didakwa menyampaikan informasi kepada pejabat intelijen Iran yang merinci aspek-aspek tertentu dari negara Israel. Dia didakwa di Pengadilan DistrikAshkelon di Beersheba, yang secara khusus didakwa melakukan kontak dengan agen asing dan mengungkapkan informasi kepada musuh negara.

Dinas keamanan Shin Bet merinci kasus ini setelah perintah pembungkaman atas kasus tersebut dicabut sebagian. Menurut rincian dari Shin Bet, Abu al-Qia'an diduga terus berhubungan dengan Haidar al-Mashhadani, seorang pria Lebanon-Irak yang bertindak sebagai perantara otoritas intelijen Iran.

Laporan lain dari media Israel menyatakan informasi yang diserahkan ke agen intelijen Iran sebenarnya bukan informasi rahasia. Bahkan, diyakini bahwa data intelijen yang disetor Abu al-Qia'an adalah informasi yang tersedia untuk umum.

Mengutip Channel 12, data intelijen yang diberikan miliarder itu “tidak bernilai”, dan itu merinci pergerakan Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz—informasi yang sudah tersedia untuk umum.

Saat ini tidak jelas berapa lama Abu al-Qia'an mempertahankan kontaknya dengan al-Mashhadani, seberapa sering percakapan keduanya, serta siapa pejabat Iran yang menerima pembaruan informasi dari sang miliarder.

Sepak terjang Abu al-Qia'an dilaporkan terkait dengan minat sang miliarder dalam memperluas peluang bisnisnya sendiri.

Menurut laporan YNet News, Selasa (13/7/2021), Abu al-Qia'an menolak tuduhan selama proses pengadilan hari Senin. Dia bersumpah bahwa dia tidak melakukan pelanggaran keamanan nasional.

Dia kemudian memilih untuk sepenuhnya menarik pengakuan masa lalunya setelah menyatakan bagian dari pernyataan sebelumnya dibuat-buat.

Baca juga: Iran Akui Kirim Kapal Perang ke Atlantik dan Sebut AS Ketakutan

Namun, Abu al-Qia'an memang mengaku pernah menjalin hubungan bisnis dengan agen asing.

Abu al-Qia'an awalnya ditangkap pada 10 Juni, di mana pejabat Israel menahannya selama berminggu-minggu tanpa mengajukan tuntutan atau memberi pengusaha itu kontak dengan perwakilan hukumnya.

Laporan kasusnya baru-baru ini muncul setelah Pengadilan Distrik Ashkelon mencabut sebagian perintah pembungkaman atas perkembangan kasus tersebut.

Kasus miliarder ini muncul beberapa bulan setelah laporan merinci bahwa seorang anggota militer Israel ditemukan tewas di sel penjaranya setelah ditahan karena dilaporkan membahayakan keamanan nasional Israel. Sedikit yang diketahui tentang kasus ini, karena juga ditutup rapat dengan perintah pembungkaman.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5...
2 Gempa Dahsyat M7,2-7,5 Guncang Venezuela, 32 Orang Tewas 700 Luka
Rekomendasi
Doa-doa Bakda Ashar...
Doa-doa Bakda Ashar di Hari Jumat, Jangan Lupa Amalkan!
Menkomdigi Meutya Hafid:...
Menkomdigi Meutya Hafid: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan
Konsumsi Pertalite Meledak...
Konsumsi Pertalite Meledak Imbas Kenaikan Harga BBM Pertamax, Pasokan Aman?
Berita Terkini
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Viral! Kebun Binatang...
Viral! Kebun Binatang China Cari Pemeran Beruang Hitam, Gajinya Rp263,6 Juta
Sadisnya Tentara Israel,...
Sadisnya Tentara Israel, Tembak Mati Pria Palestina yang Sedang Tidur
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved