Eks Bos Intelijen Saudi dan Pangeran MBS Berseteru, Rahasia AS Terancam Bocor

Senin, 12 Juli 2021 - 09:51 WIB
loading...
A A A
Sementara Departemen Kehakiman AS mempertimbangkan langkah-langkah untuk mencegah pengungkapan rahasia negara di Massachusetts, masih belum jelas bagaimana hal itu bisa dilakukan di pengadilan Ontario, Kanada, yang tidak memiliki pengaruh langsung.

Baca juga: Presiden Haiti Ditembak Mati, Geng Tentara Bayaran Klaim Rencananya Hanya Menangkap

Sumber dari pihak Aljabri mengakui setiap paparan dapat membahayakan "mereka yang berpartisipasi dalam operasi (kontraterorisme), mengungkapkan sumber dan metode, dan menghalangi operasi serupa di masa depan".

Seorang pengacara AS yang mewakili MBS menolak mengomentari litigasi tersebut.

Tetapi seorang sumber yang dekat dengan kepemimpinan Saudi mengulangi tuduhan korupsi multi-miliar dollar, sambil menuduh Aljabri "meracuni hubungan Saudi-AS".

Beberapa pejabat AS yang telah bekerja bersama Aljabri telah menyuarakan dukungan untuknya, dengan beberapa mengakui bahwa dia mengetahui rahasia informasi sensitif.

“Dr Saad bekerja secara langsung dengan setidaknya CIA, FBI, Departemen Keamanan Dalam Negeri, Gedung Putih, Departemen Luar Negeri, dan Departemen Keuangan," tulis mantan pejabat CIA Philip Mudd dalam surat pernyataan pengadilan AS.

“Ketika Amerika Serikat memiliki informasi intelijen atau taktis yang dapat ditindaklanjuti, kami memberikannya kepada Dr Saad.”

Dalam pengajuan April, Departemen Kehakiman mengatakan pihaknya mengantisipasi keterlibatan dengan kedua belah pihak untuk memahami posisi mereka, menunjukkan bahwa mereka ingin penyelesaian di luar pengadilan.

“Yang lebih penting bagi saya adalah MBS menahan anak-anak Dr Saad, pada dasarnya memeras Dr Saad,” kata Daniel Hoffman, mantan direktur divisi Timur Tengah CIA, kepada AFP.

“Itu sangat bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan Amerika Serikat.”
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Diduga Drone Laut Ukraina...
Diduga Drone Laut Ukraina Meledak di Pelabuhan Rumania
AS Akan Gunakan Aset-Aset...
AS Akan Gunakan Aset-Aset Iran yang Dibekukan di Luar Negeri untuk Biayai Kerugian Perang?
Rekomendasi
Keluhkan Bongkar Muat...
Keluhkan Bongkar Muat Batu Bara di Laut, Nelayan Pulau Ampel: Jadi Susah Tangkap Ikan
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Berita Terkini
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
6 Tradisi Teraneh di...
6 Tradisi Teraneh di Dunia, Salah Satunya Makan Abu Orang Mati
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved