Kibarkan Bendera Hitam, Warga Malaysia Lawan Pemerintah yang Tak Becus Urus COVID-19

Rabu, 07 Juli 2021 - 07:42 WIB
loading...
A A A
Kelahiran gerakan bendera hitam terjadi tak lama setelah beberapa anggota parlemen dari PN mendiskreditkan gerakan #BenderaPutih, kampanye media sosial lain oleh orang Malaysia untuk membantu mereka yang membutuhkan makanan dan kebutuhan pokok lainnya, di tengah lonjakan kasus bunuh diri karena kehilangan pekerjaan dan pendapatan yang dipotong.

Nik Abduh Nik Aziz, seorang pemimpin Partai Islam Se-Malaysia (PAS), pada tanggal 29 Juni menolak inisiatif gerakan mengibarkan bendera putih, menyerukan orang untuk tidak mudah mengakui kekalahan dan mendesak mereka untuk berdoa sebagai gantinya.

Menteri Besar Kedah Muhammad Sanusi Md Nor pada 1 Juli menyebut kampanye bendera putih sebagai "propaganda politik" terhadap pemerintahan PN. Dia meminta warga negara bagian untuk mencari bantuan melalui "saluran resmi".

Kemarahan yang meningkat di antara orang-orang juga menyebabkan pengguna media sosial menargetkan politisi dan anggota keluarga mereka, terutama anak-anak Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Azmin Ali.

"Lol buzz off. Karena ayah Anda menolak untuk menutup pabrik sekarang ada PKPD di Selangor. Dan orang-orang bergegas membeli bahan makanan hari ini. Semoga Anda dan keluarga Anda menerima apa yang telah Anda berikan kepada orang Malaysia jutaan kali lipat," tulis pengguna akun Twitter @apamgulamelaka kepada putri menteri Amira Azmin. PKPD adalah singkatan dari Perintah Kawalan Pergerakan Diperketatkan, istilah dalam bahasa Melayu untuk lockdown.

Pasangan anggota parlemen UMNO Nazri Abdul Aziz, Haflin Saiful, juga dikecam karena memamerkan kekayaannya dan terbang ke Prancis selama lockdown, yang mengarah ke petisi di Change.org yang mendesak Prancis untuk menahan pasangan itu di sana.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Kunjungi Indonesia,...
Kunjungi Indonesia, Menlu Malaysia Fokus Kerja Sama Atasi Guncangan Eksternal
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
3 Alasan Norwegia Batalkan...
3 Alasan Norwegia Batalkan Penjualan Rudal rudal Anti-kapal NSM ke Malaysia
Malaysia Geram dengan...
Malaysia Geram dengan Respons Lemah Dunia atas Norwegia Batalkan Sepihak Penjualan Rudal Canggih
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Indonesia Perkuat Kerja...
Indonesia Perkuat Kerja Sama Sosial Ekonomi Perbatasan dengan Malaysia
Trump Ancam Serang Iran...
Trump Ancam Serang Iran Lagi jika Tolak Kesepakatan Nuklir
Rekomendasi
Pelacak Bluetooth Android...
Pelacak Bluetooth Android dan iPhone Dijual Murah, Ini Harga dan Fitur Lengkapnya!
Begini Cara kerja AirTag...
Begini Cara kerja AirTag dan SmartTag, Pelacak Bluetooth Murah untuk Android dan iPhone
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Berita Terkini
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Presiden Iran Klaim...
Presiden Iran Klaim Teheran Keluar sebagai Pemenang, Ini Alasan Utamanya
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Bagaimana Perdamaian...
Bagaimana Perdamaian Iran dan AS Membentuk Arsitektur Timur Tengah yang Baru?
Israel Tak Akan Mundur...
Israel Tak Akan Mundur dari Suriah, Gaza dan Lebanon
Infografis
PPKM Dihentikan tapi...
PPKM Dihentikan tapi Status Darurat Covid-19 Tak Dicabut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved