Rencanakan Pemboman di Sekitar Hong Kong, 9 Orang Dicokok Polisi
Selasa, 06 Juli 2021 - 14:15 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Inspektur Senior Li Kwai-wah dari Departemen Keamanan Nasional Kepolisian Hong Kong sembilan orang yang ditangkap adalah lima pria dan empat wanita berusia antara 15 dan 39 tahun.
Pihak berwenang mengatakan mereka menyita peralatan dan bahan baku yang digunakan untuk membuat TATP, serta "sejumlah jejak" bahan peledak. Mereka juga menemukan buku petunjuk pengoperasian dan uang tunai sekitar 80.000 dolar Hong Kong.
Polisi juga membekukan aset para pelaku sekitar 600.000 dolar Hong Kong yang mereka katakan mungkin terkait dengan plot tersebut. Kelompok itu semuanya berencana meninggalkan Hong Kong untuk selamanya, dan berencana melakukan sabotase di Hong Kong sebelum meninggalkan kota itu.
Baca juga: Setahun, 117 Orang Ditangkap di Bawah Undang-undang Keamanan Hong Kong
TATP telah digunakan dalam serangan teroris di seluruh dunia. Sejak 2019, polisi Hong Kong telah menangkap banyak orang atas dugaan plot bom dan pembuatan TATP.
Kepala eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengatakan pada jumpa pers reguler hari ini bahwa dia berharap anggota masyarakat akan secara terbuka mengutuk ancaman kekerasan.
Pihak berwenang mengatakan mereka menyita peralatan dan bahan baku yang digunakan untuk membuat TATP, serta "sejumlah jejak" bahan peledak. Mereka juga menemukan buku petunjuk pengoperasian dan uang tunai sekitar 80.000 dolar Hong Kong.
Polisi juga membekukan aset para pelaku sekitar 600.000 dolar Hong Kong yang mereka katakan mungkin terkait dengan plot tersebut. Kelompok itu semuanya berencana meninggalkan Hong Kong untuk selamanya, dan berencana melakukan sabotase di Hong Kong sebelum meninggalkan kota itu.
Baca juga: Setahun, 117 Orang Ditangkap di Bawah Undang-undang Keamanan Hong Kong
TATP telah digunakan dalam serangan teroris di seluruh dunia. Sejak 2019, polisi Hong Kong telah menangkap banyak orang atas dugaan plot bom dan pembuatan TATP.
Kepala eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengatakan pada jumpa pers reguler hari ini bahwa dia berharap anggota masyarakat akan secara terbuka mengutuk ancaman kekerasan.
Lihat Juga :