Khamenei Tunjuk Ulama Jadi Kepala Kehakiman Iran Gantikan Ebrahim Raisi

Sabtu, 03 Juli 2021 - 00:24 WIB
loading...
Khamenei Tunjuk Ulama...
Gholamhossein Mohseni-Ejei, ulama senior mantan menteri intelijen dan keamanan, ditunjuk Ayatollah Ali Khamenei sebagai Kepala Kehakiman Iran. Foto/REUTERS/Raheb Homavandi
A A A
TEHERAN - Ayatollah Ali Khamenei , Pemimpin Tertinggi Iran, menunjuk ulama senior Gholamhossein Mohseni-Ejei sebagai kepala kehakiman. Mohseni-Ejei, yang juga mantan menteri intelijen dan keamanan menggantikan posisi Ebrahim Raisi yang terpilih sebagai presiden awal bulan ini.

Khamenei mendesak Mohseni-Ejei untuk memerangi korupsi dengan tekad.

Baca juga: AS Beri Kontrak Raytheon Rp29 Triliun Bikin Rudal Jelajah Nuklir

Lahir pada tahun 1956, Mohseni-Ejei memegang "pangkat" Hodjatalislam, satu anak tangga di bawah Ayatollah dalam hierarki ulama Syiah.

Dia telah menjadi jaksa penuntut utama Iran, dan wakil kepala kehakiman sejak 2014.

"Dengan kekuatan hukum dan keahlian Anda yang berharga, serta pengetahuan mendalam dan preseden cemerlang dalam masalah peradilan, saya menunjuk Anda sebagai kepala otoritas kehakiman," kata Khamenei kepada Mohseni-Ejei, dalam pesan yang dipublikasikan di situs webnya, yang dikutip Sabtu (3/7/2021).

Khemenei mendesak Mohseni-Ejei memberikan keadilan, memberikan kebebasan yang sah, memastikan penerapan hukum yang tepat, mencegah kejahatan dan memerangi korupsi dengan tekad.

Khamenei pun memuji rekor Raisi di posisi tersebut.

Raisi, ulama ultrakonservatif, ditunjuk oleh Khamenei sebagai kepala kehakiman Iran pada 2019.

Raisi menang dalam pemilihan presiden pada 18 Juni dengan meraih sekitar 62 persen suara, setelah lawan utamanya didiskualifikasi. Namun, pemilu bulan lalu mencatatkan jumlah pemilih yang rendah untuk pemilihan presiden sejak republik Islam itu didirikan pada 1979.

Mohseni-Ejei menjadi terkenal di kalangan publik pada tahun 1998, ketika dia menjadi hakim dalam persidangan kasus korupsi mantan Wali Kota Teheran Gholamhossein Karbastchi.

Baca juga: Mantan Menteri Intelijen Iran: Mossad Sudah Menembus Rezim Teheran

Dia kemudian menjadi menteri keamanan, dalam pemerintahan presiden ultra-konservatif pertama Mahmoud Ahmadinejad 2005-2009, tetapi dipecat karena perselisihan di antara mereka.

Menurut situs berita pengadilan Mizan Online, Mohseni-Ejei lahir di provinsi tengah Esfahan, tempat dia belajar agama, sebelum menyelesaikan studinya di kota suci Qom yang dihormati kaum Syiah. Dia memegang gelar master dalam hukum internasional.

Mohseni-Ejei termasuk di antara delapan pejabat senior Iran yang ditambahkan ke daftar sanksi AS atas pelanggaran hak asasi manusia yang serius pada 2010 terkait tindakan keras terhadap protes menyusul pemilihan presiden tahun sebelumnya.

Dia juga menghadapi pembekuan aset Uni Eropa dan pembatasan perjalanan karena "pelanggaran hak asasi manusia yang serius".

Dia akan menjadi kepala kehakiman ketujuh sejak revolusi 1979, dengan mandat lima tahun yang dapat diperbarui.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Program Rudal...
Bagaimana Program Rudal Iran Bertahan dari Perang dan Diplomasi? Ini Analisisnya
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Kontroversi Piala Dunia...
Kontroversi Piala Dunia 2026: Iran Kecam Pejabat AS yang Ejek Kegagalan Team Melli
Hadiri LCAW 2026, Menteri...
Hadiri LCAW 2026, Menteri Jumhur Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Raja Charles di London
Trump: Komunisme, Ancaman...
Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS
Rekomendasi
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Norwegia Tantang Brasil...
Norwegia Tantang Brasil di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Rusia Sedang Dibakar...
Rusia Sedang Dibakar Ukraina, Putin Tidak Akan Gentar
Bagaimana Iran Menggunakan...
Bagaimana Iran Menggunakan Strategi Ubur-ubur untuk Menjatuhkan Jet Tempur AS?
Para Pemimpin Yahudi...
Para Pemimpin Yahudi Ultra-Ortodoks Sebut Tentara Guru Dosa-dosa Terberat dan Israel Najis
Keuskupan Agung Katolik...
Keuskupan Agung Katolik AS akan Bayar Rp7 Triliun pada Para Korban Pelecehan Seksual Anak
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Pejabat AS Bertemu Hamas...
Pejabat AS Bertemu Hamas Saat Washington Sampaikan Tuntutan Gaza pada Israel
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved