AS Beri Kontrak Raytheon Rp29 Triliun Bikin Rudal Jelajah Nuklir

Sabtu, 03 Juli 2021 - 00:02 WIB
loading...
A A A
Angkatan Udara AS mengatakan ini akan menjadi dasar keputusan produksi akhir tahun itu. Rudal itu akan dipasangkan dengan hulu ledak W80-4 baru yang sedang dikembangkan oleh Administrasi Keamanan Nuklir Nasional (NNSA) Departemen Energi.

Dalam tinjauan terbaru tentang biaya triad jangka panjang, Kantor Anggaran Kongres memperkirakan pada bulan Mei bahwa jika dilakukan, rencana kekuatan nuklir Pentagon dan Departemen Energi akan menelan biaya total USD634 miliar hingga 2030.

Baca juga: Rakyat Kim Jong-un di Korut Dilaporkan Mulai Dilanda Kelaparan

Angkatan Udara menolak untuk merilis pengembangan rudal jelajah dan perkiraan biaya pengadaannya.

"Kontrak tersebut menandai langkah kami selanjutnya dalam menyelesaikan pengembangan, sepenuhnya mematangkan teknik manufaktur kami, dan membuktikan rudal baru memenuhi persyaratan operasionalnya," kata manajer program Angkatan Udara Elizabeth Thorn, dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Bloomberg, Jumat (2/7/2021).

Raytheon yang berbasis di Waltham, Massachusetts, dan Lockheed Martin Corp sedang mengembangkan desain yang bersaing untuk rudal jelajah selama “fase pematangan teknologi dan pengurangan risiko” sebelumnya.

"Angkatan Udara tahun lalu memutuskan untuk melanjutkan dengan Raytheon setelah evaluasi ekstensif terhadap pendekatan program dan teknis kontraktor,” kata Angkatan Udara AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Tantang Dominasi Dolar...
Tantang Dominasi Dolar AS, China Perluas Penggunaan Yuan secara Global
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Monitoring Konsumsi...
Monitoring Konsumsi Listrik Kini Jadi Langkah Awal Efisiensi Energi
Dianggap Mampu, 76 Sekolah...
Dianggap Mampu, 76 Sekolah di Pulau Jawa Dicoret dari Daftar Penerima MBG
Sidang Tuntutan Dalang...
Sidang Tuntutan Dalang Pembunuhan Kacab Bank Ditunda
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Infografis
Spesifikasi Sistem Rudal...
Spesifikasi Sistem Rudal Patriot yang Dikirim AS ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved