Ingin Bersaing dengan China dan Rusia, AL AS Kembangkan Rudal Hipersonik

Jum'at, 02 Juli 2021 - 14:49 WIB
loading...
A A A
Menurut analis di Institut Hudson, Bryan Clark, Angkatan Laut menghabiskan sekitar USD500 juta untuk penelitian dan pengembangan.

Teknologi ini hampir membuat lompatan dari fiksi ilmiah ke kenyataan di abad ke-21 dengan pengujian prototipe.

Baca juga: Tak Ingin Tertinggal, AS Tingkatkan Pendanaan untuk Senjata Hipersonik

Konsep tersebut memiliki kemungkinan untuk menyediakan senjata yang efektif dengan harga yang lebih murah dibandingkan dengan bom pintar dan misil.

Itu karena railgun menggunakan listrik alih-alih mesiu, atau mesin jet atau roket, untuk mempercepat proyektil dengan kecepatan enam atau tujuh kali kecepatan suara. Itu menciptakan energi kinetik yang cukup untuk menghancurkan target.

"Tapi ada sejumlah masalah. Itu termasuk jarak sekitar 110 mil dalam pengujian. Sebuah kapal Angkatan Laut tidak dapat menggunakan senjata tanpa menempatkan dirinya dalam jangkauan rentetan rudal musuh. Dan kegunaannya untuk pertahanan rudal juga dibatasi oleh jangkauan dan kecepatan tembakan," kata Clark.

Menurut analis pertahanan Norman Friedman idenya sudah ada sejak tahun 1940-an. Tetapi selalu ada rintangan besar karena rel paralel, atau konduktor, dikenai arus listrik besar dan gaya magnet yang dapat menyebabkan kerusakan setelah beberapa tembakan.

"Sebuah pertanyaan besar selalu apakah senjata itu bisa tetap bersama selama penembakan terus menerus," ujar Friedman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Beruntun, Ledakan Terjadi di Mana-mana
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
3 Kali Serangan Rudal...
3 Kali Serangan Rudal Rusia ke Kyiv dalam Sepekan, Ukraina Makin Tak Berdaya?
Trump Luapkan Kemarahan...
Trump Luapkan Kemarahan ke NATO, Ini 4 Pemicunya
Iran-AS Memanas Lagi,...
Iran-AS Memanas Lagi, Harga Minyak Dunia Melonjak Lebih dari 6%
Korban Tewas Gempa Venezuela...
Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 3.535 Jiwa, Ancaman Krisis Kesehatan Mengintai
Kylian Mbappe Dihina...
Kylian Mbappe Dihina Rasis Anggota Parlemen Paraguay, Presiden Macron Turun Tangan
Rekomendasi
18 DPC Beri Dukungan,...
18 DPC Beri Dukungan, Nurdiansyah Alasta Siap Pimpin Demokrat Aceh
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
Pengadilan Agama Jaksel...
Pengadilan Agama Jaksel Gandeng Pemkot, Siapkan Isbat Nikah Terpadu bagi Warga
Berita Terkini
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Beruntun, Ledakan Terjadi di Mana-mana
Siapa Adnan Al Jumaili?...
Siapa Adnan Al Jumaili? Wakil Menteri Perminyakan Iran yang Simpan Uang Korupsi di Galon dan Ditimbun di Tanah
4 Makna Bendera Merah...
4 Makna Bendera Merah di Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei, Balas Dendam untuk Picu Perang Meluas
Saat Hadapi Invasi Drone...
Saat Hadapi Invasi Drone Ukraina, Rusia Deklarasikan Perang Melawan NATO
Iran Dituding Minta...
Iran Dituding Minta Jeda Serangan saat Pemakaman Khamenei, Trump: Kita Serang Lagi pada Rabu Malam
2 Geng Kriminal Ditarget...
2 Geng Kriminal Ditarget Trump, Brasil: Invasi AS di Depan Mata
Infografis
Perbandingan Gaji Tentara...
Perbandingan Gaji Tentara AS dengan Rusia, China, dan Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved