Sukses Tangani Pandemi, UE Masukkan Saudi dan Qatar Dalam Daftar Hijau

Kamis, 01 Juli 2021 - 17:13 WIB
loading...
Sukses Tangani Pandemi,...
Warga dari 10 negara, termasuk Arab Saudi, Kanada dan Qatar akan diizinkan melakukan perjalanan tidak penting ke negara UE, termasuk kunjungan wisata. Foto/Ist
A A A
BRUSSELS - Pemerintah Uni Eropa (UE) sepakat untuk menambahkan sekitar 10 negara dalam daftar hijau mereka. Warga dari 10 negara, termasuk Arab Saudi, Kanada dan Qatar akan diizinkan melakukan perjalanan tidak penting ke negara UE.

Para Duta Besar dari 27 negara UE menyetujui penambahan tersebut pada pertemuan yang berlangsung semalam, dengan perubahan tersebut akan berlaku dalam beberapa hari mendatang.

Inggris, yang merupakan mantan anggota UE, di mana varian Delta yang sangat menular telah menyebabkan peningkatan tajam dalam kasus Covid-19, tidak ada dalam daftar tersebut. Baca juga: Prancis Berharap UE Jatuhkan Sanksi pada Hungaria Terkait UU Anti-LGBT

Melansir Al Arabiya pada Kamis (1/7/2021), selain Saudi, Qatar dan Kanada, negara lain yang masuk dalam daftar hijau UE adalah Armenia, Azerbaijan, Bosnia dan Herzegovina, Brunei, Yordania, Kosovo, Moldova dan Montenegro.

Dalam pertemuan itu, para Duta Besar negara UE merekomendasikan untuk secara bertahap mencabut pembatasan perjalanan untuk 14 negara yang belum masuk daftar hijau saat ini.

Ke-14 negara tersebut adalah Albania, Australia, Israel, Jepang, Lebanon, Selandia Baru, Makedonia Utara, Rwanda, Serbia, Singapura, Korea Selatan, Taiwan, Thailand dan Amerika Serikat. Baca juga: Bahas Kerja Sama Militer dan Kesehatan, Prabowo Temui Dirjen WHO

Para negara-negara UE dibebaskan untuk menerapkan syarat masuk bagi pelancong, seperti bukti vaksinasi, bukti negatif tes Covid-19 dan karantina.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Apa Itu Pax Silica?...
Apa Itu Pax Silica? Aliansi UE dan AS untuk Melawan Dominasi AI China
Drama Injury Time! Qatar...
Drama Injury Time! Qatar Gagalkan Kemenangan Swiss
Pilu Seorang Ibu Gugat...
Pilu Seorang Ibu Gugat OpenAI Usai Kematian Putrinya Dikaitkan ChatGPT
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Langit Brasil, Penyanyi AS dan YouTuber Tewas
Rekomendasi
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
Biaya Operasional Tinggi,...
Biaya Operasional Tinggi, Gapasdap Minta Pemerintah Naikkan Tarif Angkutan Penyeberangan
Berita Terkini
Serang Lebanon, Israel:...
Serang Lebanon, Israel: Kami Tak Terikat dalam Perjanjian Damai Iran dan AS
Analis Israel: Kesepakatan...
Analis Israel: Kesepakatan AS-Iran Adalah Kemenangan Besar bagi Teheran
14 Poin Perdamaian Iran...
14 Poin Perdamaian Iran dan AS, Ada Dana Rekonstruksi Senilai Rp5.316 Triliun yang Dibayar Negara-negara Arab
4 Respons Cepat Akibat...
4 Respons Cepat Akibat Perang Iran dan AS Berakhir, Pasar Saham Bergairah dan Harga Minyak Turun
Trump Marahi Netanyahu:...
Trump Marahi Netanyahu: 'Mengapa Harus Lakukan Serangan Sialan Itu?'
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved