'Gagal', Militer AS dan Norwegia Hentikan Eksperimen pada Ikan Paus

Selasa, 29 Juni 2021 - 18:56 WIB
loading...
A A A
Para peneliti memiliki teori bahwa suara dapat menakut-nakuti hewan dari area penggembalaan. Hewan juga bisa sangat ketakutan sehingga mereka berenang terlalu cepat ke permukaan.

Sebagian besar tingkat kebisingan saat ini di laut berasal dari kapal, industri dan Angkatan Laut. Bagi mamalia laut, suara merupakan indera yang penting. Dengan membuat suara dan mendengarkan, mereka menavigasi dan berkomunikasi satu sama lain.

“Ketika kita manusia melakukan operasi militer, menavigasi lalu lintas kapal atau mencari minyak dan gas, kita membuat banyak kebisingan, yang mengganggu paus," ucapnya, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (29/6/2021).

"Maka penting kita mengatur kebisingan dengan cara sebaik mungkin agar kita mendapatkan yang paling sedikit. kemungkinan efek negatif," sambung Kvadsheim. Baca juga: Lolos dari Asteroid Pemusnah Dinosaurus, Ikan Purba Ini Hidup di Sulawesi

Melalui stimulasi frekuensi terendah, para peneliti berharap untuk melihat betapa sedikit suara yang dibutuhkan sebelum paus merasakannya. Elektroda dipasang pada kepala dan tubuh paus menggunakan cangkir hisap. Sinyal yang dikirim antara telinga dan otak akan memberi peneliti indikasi suara apa yang didengar paus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Protes 'Kecoa'...
Protes 'Kecoa' di India Meluas, Ribuan Mahasiswa Turun ke Jalan Tuntut Reformasi Pemerintah
Trump Peringatkan China-Rusia...
Trump Peringatkan China-Rusia Tak Kirim Senjata ke Iran: Mereka Akan Bernasib Buruk!
Rekomendasi
Tak Pakai Rompi Tahanan,...
Tak Pakai Rompi Tahanan, Febrie Adriansyah Diduga Pegang Kartu As Tawar Proses Hukum
Pemotongan Dana Bagi...
Pemotongan Dana Bagi Hasil, Anggaran Renovasi 22 Sekolah di Jakarta Dipangkas
Sinopsis Tobat Jatuh...
Sinopsis 'Tobat Jatuh Cinta' Eps. 34: Suasana Kampung Sindang Barang Mendadak Tegang
Berita Terkini
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Dipaksa Akui Israel...
Dipaksa Akui Israel untuk Kesepakatan Nuklir, Akankah Saudi Merapat ke China dan Pakistan?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Memanas, Kuwait dan...
Memanas, Kuwait dan Bahrain Lancarkan Serangan Udara ke Iran
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved