Putin Peringatkan Risiko Perlombaan Senjata Baru di Eropa

Selasa, 22 Juni 2021 - 21:46 WIB
loading...
Putin Peringatkan Risiko...
Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan penurunan sistem keamanan Eropa, meningkatkan risiko perlombaan senjata baru. Foto/Ilustrasi/Sindonews
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia Vladimir Putin memberikan peringatan tentang memburuknya situasi keamanan di Eropa dapat memicu perlombaan senjata baru. Ia lantas menekankan bahwa keamanan di Eropa hanya mungkin jika semua negara berkontribusi, termasuk Rusia.

Hal itu diungkapkannya dalam sebuah artikel untuk surat kabar Jerman Die Zeit, menandai peringatan 80 tahun serangan Nazi di Uni Soviet .

“Seluruh sistem keamanan Eropa sekarang telah menurun secara signifikan. Ketegangan meningkat dan risiko perlombaan senjata baru menjadi nyata," kata Putin dalam artikelnya “Terbuka, Terlepas dari Masa Lalu."

"Kami kehilangan peluang luar biasa yang ditawarkan kerja sama – semakin penting sekarang karena kita semua menghadapi tantangan bersama, seperti pandemi dan konsekuensi sosial dan ekonomi yang mengerikan," sambungnya.



Dia mengatakan bahwa Rusia memilih hubungan yang menguntungkan dengan Uni Eropa (UE), percaya bahwa mungkin untuk membangun Eropa sesuai dengan ide Charles de Gaulle - dari Atlantik ke Ural, atau bahkan dari Lisbon ke Vladivostok.

Namun, Uni Eropa memutuskan untuk pergi ke arah yang berbeda, yang mengakibatkan naiknya Jerman ke NATO , ini "peninggalan Perang Dingin" dan ekspansi blok berikutnya ke Eropa Timur.

“Sejak 1999, lima gelombang ekspansi NATO telah mengikuti. Organisasi tersebut memberikan keanggotaan kepada 14 negara baru, termasuk beberapa republik bekas Uni Soviet, yang secara efektif mengubur harapan untuk menciptakan benua tanpa garis pemisah," jelas Putin seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (22/6/2021).

Putin mencatat bahwa kebijakan ini telah memaksa banyak negara untuk membuat pilihan yang tidak wajar antara Rusia dan Barat.

“Tragedi Ukraina tahun 2014 adalah contoh konsekuensi yang ditimbulkan oleh kebijakan agresif ini. Eropa secara aktif mendukung kudeta bersenjata yang tidak konstitusional di Ukraina. Di sinilah semuanya dimulai. Mengapa perlu melakukan ini? Kemudian petahana (Ukraina) presiden (Viktor) Yanukovych telah menerima semua tuntutan oposisi. Mengapa AS mengatur kudeta dan negara-negara Eropa dengan lemah hati mendukungnya, memprovokasi perpecahan di Ukraina dan penarikan Krimea?," tanya Putin.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Trump Pilih Kasih, Mengapa...
Trump Pilih Kasih, Mengapa AS Tidak Kenakan Perang Tarif kepada Rusia?
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
Para Pemimpin Dunia...
Para Pemimpin Dunia Diam-diam Berbicara dengan Putin
10 Negara Terluas di...
10 Negara Terluas di Dunia, Adakah Indonesia?
Rusia Kecam Trump karena...
Rusia Kecam Trump karena Mengancam Akan Mengebom Iran
Antisipasi Eskalasi...
Antisipasi Eskalasi dengan NATO, Putin Panggil 160.000 Pemuda untuk Wajib Militer
Insiden Paling Memalukan,...
Insiden Paling Memalukan, Tank AS Tenggelam di Rawa di dekat Perbatasan Belarusia, 4 Tentara Tewas
Negara-Negara Arab Nyatakan...
Negara-Negara Arab Nyatakan Tolak Bantu AS Serang Iran
Reaksi Pemimpin Dunia...
Reaksi Pemimpin Dunia atas Penerapan Tarif Trump, dari Uni Eropa hingga Prabowo
Rekomendasi
Arus Mudik Lebaran 2025:...
Arus Mudik Lebaran 2025: Lalu Lintas Kendaraan di Jatim Turun 14,74 Persen
Arus Balik Meningkat,...
Arus Balik Meningkat, Tol Cipali Tetap Lancar
Streaming AFC U17 Asian...
Streaming AFC U17 Asian Cup Saudi Arabia 2025: Timnas Indonesia Berjuang!
Berita Terkini
Trump Pilih Kasih, Mengapa...
Trump Pilih Kasih, Mengapa AS Tidak Kenakan Perang Tarif kepada Rusia?
1 jam yang lalu
Siapa Sultan Qaboos?...
Siapa Sultan Qaboos? Penguasa Oman yang Berkuasa 50 Tahun setelah Menggulingkan Ayahnya dalam Kudeta Istana
2 jam yang lalu
Denmark dan Greenland...
Denmark dan Greenland Bentuk Front Perlawanan untuk Melawan AS
3 jam yang lalu
Israel Serang Sekolah...
Israel Serang Sekolah di Gaza, 27 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Demi Keamanan Nasional,...
Demi Keamanan Nasional, Staf Kedubes AS di China Dilarang Berkencan dengan Penduduk Lokal
4 jam yang lalu
Meski Bersitegang, AS...
Meski Bersitegang, AS Tidak Akan Tinggalkan NATO, Berikut 3 Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
3 Alasan Komisi Eropa...
3 Alasan Komisi Eropa Dorong UE Miliki Blok Pertahanan Baru
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved