Ngeri, Angka Kematian Akibat COVID-19 di Brasil Tembus 500 Ribu
Minggu, 20 Juni 2021 - 09:25 WIB
loading...
A
A
A
Vecina mengkritik penanganan pandemi oleh Presiden sayap kanan Jair Bolsonaro, termasuk kurangnya tanggapan nasional yang terkoordinasi dan skeptisismenya terhadap vaksin, penguncian, serta persyaratan pemakaian masker, yang telah ia coba kendurkan.
Ribuan warga Brasil memprotes manajemen pandemi Bolsonaro dalam demonstrasi nasional pada hari Sabtu, menyalahkan pemerintah atas tingginya angka kematian dan menyerukan penggulingan presiden.
Raphael Guimaraes, seorang peneliti di pusat biomedis Brasil Fiocruz, mengatakan penundaan program vaksinasi di negara berpenduduk terpadat di Amerika Latin itu berarti efek penuhnya tidak akan terasa sampai September atau lebih.
Baca juga: Haji Tanpa Kartu Pintar, Izin Tak akan Diberikan Pemerintah Arab Saudi
Guimaraes memperingatkan bahwa Brasil dapat meninjau kembali pemandangan terburuk dari puncak pandemi pada Maret-April, ketika negara itu rata-rata mencatat 3.000 kematian per hari.
"Kami masih dalam situasi yang sangat kritis, dengan tingkat penularan yang sangat tinggi dan hunian tempat tidur rumah sakit yang masih kritis di banyak tempat," katanya.
Minggu ini, kasus baru yang dikonfirmasi di Brasil meningkat menjadi rata-rata lebih dari 70.000 per hari, melampaui India untuk yang terbanyak di dunia.
"Vaksinasi akan sangat penting dalam mengalahkan virus di Brasil, karena negara itu gagal mencapai konsensus tentang jarak sosial dan masker," ucap Ester Sabino, seorang ahli epidemiologi di Universitas Sao Paulo.
Ribuan warga Brasil memprotes manajemen pandemi Bolsonaro dalam demonstrasi nasional pada hari Sabtu, menyalahkan pemerintah atas tingginya angka kematian dan menyerukan penggulingan presiden.
Raphael Guimaraes, seorang peneliti di pusat biomedis Brasil Fiocruz, mengatakan penundaan program vaksinasi di negara berpenduduk terpadat di Amerika Latin itu berarti efek penuhnya tidak akan terasa sampai September atau lebih.
Baca juga: Haji Tanpa Kartu Pintar, Izin Tak akan Diberikan Pemerintah Arab Saudi
Guimaraes memperingatkan bahwa Brasil dapat meninjau kembali pemandangan terburuk dari puncak pandemi pada Maret-April, ketika negara itu rata-rata mencatat 3.000 kematian per hari.
"Kami masih dalam situasi yang sangat kritis, dengan tingkat penularan yang sangat tinggi dan hunian tempat tidur rumah sakit yang masih kritis di banyak tempat," katanya.
Minggu ini, kasus baru yang dikonfirmasi di Brasil meningkat menjadi rata-rata lebih dari 70.000 per hari, melampaui India untuk yang terbanyak di dunia.
"Vaksinasi akan sangat penting dalam mengalahkan virus di Brasil, karena negara itu gagal mencapai konsensus tentang jarak sosial dan masker," ucap Ester Sabino, seorang ahli epidemiologi di Universitas Sao Paulo.
Lihat Juga :