Hacker Korut Coba Retas Pusat Penelitian Nuklir Korsel
Sabtu, 19 Juni 2021 - 22:13 WIB
loading...
A
A
A
"Kimsuky adalah kelompok peretas yang diidentifikasi pada tahun 2011. Kami telah mengamati upaya peretasan mereka yang konsisten terhadap lembaga terkait pemerintah Korea Selatan dan beberapa perusahaan," kata Simon Choi, kepala IssueMakersLab, kepada ABC News.
Analis di Korsel dengan hati-hati berspekulasi bahwa peretasan itu mungkin ada hubungannya dengan visi pemimpin Korut untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Sebelumnya, pada tahun 2014, Kimsuky berhasil melakukan serangan hacking terhadap Korea Hydro & Nuclear Power Co. Ltd Korsel.
"Masuk akal untuk berpikir bahwa Korea Utara mungkin terlibat dalam meretas think tank nuklir, mengingat situasi kekurangan tenaga listrik dan minat yang kuat pada kemandirian energi," ucap Park Jiyoung, seorang ahli fisika nuklir di Asan Institute di Seoul, kepada ABC News.
Baca juga: Tampak Lebih Ramping, Ahli Tampik Kim Jong-un Punya Masalah Kesehatan
Pakar pertahanan siber Lim Jong-in di Sekolah Pascasarjana Teknologi Informasi Korsel juga melihat cukup alasan bagi Korut untuk diam-diam menjangkau data pembangkit listrik tenaga nuklir yang dikumpulkan oleh think tank Korsel.
"Korea Utara mungkin memiliki berbagai data dan teknologi dalam mengembangkan senjata nuklir, tetapi sangat lemah dalam pembangkit listrik energi," kata Lim kepada ABC News.
Analis di Korsel dengan hati-hati berspekulasi bahwa peretasan itu mungkin ada hubungannya dengan visi pemimpin Korut untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Sebelumnya, pada tahun 2014, Kimsuky berhasil melakukan serangan hacking terhadap Korea Hydro & Nuclear Power Co. Ltd Korsel.
"Masuk akal untuk berpikir bahwa Korea Utara mungkin terlibat dalam meretas think tank nuklir, mengingat situasi kekurangan tenaga listrik dan minat yang kuat pada kemandirian energi," ucap Park Jiyoung, seorang ahli fisika nuklir di Asan Institute di Seoul, kepada ABC News.
Baca juga: Tampak Lebih Ramping, Ahli Tampik Kim Jong-un Punya Masalah Kesehatan
Pakar pertahanan siber Lim Jong-in di Sekolah Pascasarjana Teknologi Informasi Korsel juga melihat cukup alasan bagi Korut untuk diam-diam menjangkau data pembangkit listrik tenaga nuklir yang dikumpulkan oleh think tank Korsel.
"Korea Utara mungkin memiliki berbagai data dan teknologi dalam mengembangkan senjata nuklir, tetapi sangat lemah dalam pembangkit listrik energi," kata Lim kepada ABC News.
Lihat Juga :