Pemerintah Baru Israel Dikhawatirkan Akan Mendapat Ujian Militer dari Hamas
Rabu, 16 Juni 2021 - 05:37 WIB
loading...
A
A
A
Pada hari Senin, seorang juru bicara Hamas memperingatkan Israel agar tidak melakukan "Pawai Bendera Yerusalem" yang direncanakan pada hari Selasa, dengan mengatakan bahwa hal itu dapat memicu babak baru aksi kekerasan dan bersumpah untuk melindungi Al-Aqsa dan Yerusalem. Baik Hamas dan kelompok militan Jihad Islam Palestina telah meminta warga Palestina untuk melakukan “mobilisasi umum,” untuk mengadakan protes dan bertemu di kompleks Al-Aqsa sebagai tanggapan atas pawai Israel.
Juga pada hari Senin, sumber-sumber keamanan mengatakan kepada Walla News Israel bahwa penegak hukum dan militer sedang mempersiapkan kekerasan baru dalam menanggapi pawai bendera nasionalis, dengan polisi perbatasan memperkuat Kota Tua dan militer meningkatkan jumlah pasukan di Tepi Barat.
Bagaimanapun, Avivi menepis kekhawatiran keamanan dengan mengatakan bahwa perjuangan Israel melawan Hamas adalah atas Yerusalem.
"Ini adalah jantung perjuangan dan di sini tidak mungkin untuk menyerah,” ucapnya.
Mantan pejabat itu menambahkan bahwa pawai harus dilakukan karena pihak Palestina berjuang untuk seluruh Yerusalem.
Juga pada hari Senin, sumber-sumber keamanan mengatakan kepada Walla News Israel bahwa penegak hukum dan militer sedang mempersiapkan kekerasan baru dalam menanggapi pawai bendera nasionalis, dengan polisi perbatasan memperkuat Kota Tua dan militer meningkatkan jumlah pasukan di Tepi Barat.
Bagaimanapun, Avivi menepis kekhawatiran keamanan dengan mengatakan bahwa perjuangan Israel melawan Hamas adalah atas Yerusalem.
"Ini adalah jantung perjuangan dan di sini tidak mungkin untuk menyerah,” ucapnya.
Mantan pejabat itu menambahkan bahwa pawai harus dilakukan karena pihak Palestina berjuang untuk seluruh Yerusalem.
Lihat Juga :