Salju di Prancis Berubah Jadi Merah Mirip Darah, Bukan Pertanda Baik

Senin, 14 Juni 2021 - 15:08 WIB
loading...
A A A
Berkat kehebatan fotosintesisnya, alga menghasilkan sejumlah besar oksigen dunia dan membentuk dasar dari sebagian besar jaring makanan.

Tapi mereka terkadang berlebihan, berlipat ganda sampai mereka membuang hal-hal yang tidak seimbang. Hal ini dapat menyebabkan gelombang merah beracun, bunga air tawar yang busuk, dan darah gletser yang meresahkan.

Meskipun tidak jelas apa yang memicu mekarnya alga, warnanya—sering kali merah, tetapi terkadang hijau, abu-abu atau kuning— berasal dari pigmen dan molekul lain yang digunakan ganggang salju untuk melindungi diri dari sinar ultraviolet. Warna-warna ini menyerap lebih banyak sinar matahari, menyebabkan salju di bawahnya mencair lebih cepat. Hal ini dapat mengubah dinamika ekosistem dan mempercepat penyusutan gletser.

Baca juga: Arab Saudi Pecat Pejabat Masjid Nabawi karena Tunda Salat Subuh 45 Menit

Terinspirasi oleh meningkatnya laporan tentang fenomena tersebut, para peneliti di beberapa institut memutuskan untuk mengalihkan perhatian mereka dari spesies alga di habitat yang jauh. "Ke yang tumbuh di sebelah," kata Eric Marechal, kepala laboratorium fisiologi tanaman di Universitas Grenoble Alpes dan seorang pemimpin proyek.

Karena begitu banyak jenis ganggang yang berbeda dapat hidup dan berkembang di pegunungan, para peneliti memulai dengan sensus di beberapa bagian Pegunungan Alpen Prancis untuk mengetahui apa yang tumbuh. Mereka mengambil sampel tanah dari lima puncak, tersebar di berbagai ketinggian, dan mencari DNA alga.

Mereka menemukan bahwa banyak spesies cenderung lebih menyukai ketinggian tertentu dan kemungkinan besar berevolusi untuk berkembang dalam kondisi yang ditemukan di sana. Satu genus kunci, yang dinamai Sanguina, hanya tumbuh di atas 6.500 kaki.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
Tiru Adegan TV, Istri...
Tiru Adegan TV, Istri Isap Racun dari Tangan Suami yang Digigit Kobra, Malah Ikut Keracunan
Demi Cinta Bertaruh...
Demi Cinta Bertaruh Nyawa, Pasangan Ini Lamaran di Puncak Gedung Empire State 443 Meter
1.300 Orang Tewas Akibat...
1.300 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Eropa
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
Hamas Mundur dari Pemerintahan...
Hamas Mundur dari Pemerintahan Gaza?
Pesawat Boeing 737 Hilang...
Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak di Laut Arab, Diduga Jatuh
Rekomendasi
Kasus Mafia Hukum dalam...
Kasus Mafia Hukum dalam Pemberantasan Korupsi
Polri Usut 3 Kasus Besar...
Polri Usut 3 Kasus Besar Korupsi, Pakar: Siapa pun yang Menghalangi Harus Ditindak
Nurul Arifin Sebut Riset...
Nurul Arifin Sebut Riset SSI Bukti Bahlil Berhasil Terjemahkan Visi Prabowo ke Publik
Berita Terkini
Trump Tolak Seruan Netanyahu...
Trump Tolak Seruan Netanyahu agar AS Tak Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Infografis
Jadi Buah Terbaik di...
Jadi Buah Terbaik di Asia Tenggara, Ini 7 Manfaat Manggis untuk Kesehatan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved