AS Tekan UEA Depak Huawei China atau Kehilangan Jet Tempur Siluman F-35

Sabtu, 12 Juni 2021 - 07:44 WIB
loading...
A A A
“Pemerintahan Biden-Harris memandang keamanan 5G sebagai prioritas tinggi,” kata Stephen Anderson, pelaksana tugas (plt) wakil asisten menteri luar negeri untuk kebijakan komunikasi dan informasi internasional, dalam sebuah pernyataan.

"Amerika Serikat bekerja dengan sekutu dan mitra untuk mendukung beragam rantai pasokan peralatan dan layanan telekomunikasi yang dapat dipercaya," katanya.

Seseorang yang akrab dengan posisi negosiasi UEA, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya karena pertimbangan pribadi, mengatakan negara itu memahami pentingnya melindungi teknologi sensitif. Orang itu mengatakan pembicaraan telah membuat kemajuan yang baik dan ada banyak waktu untuk mengerjakan detail teknis.

Kementerian Luar Negeri China mengatakan dalam sebuah pernyataan; "Kami berbagi pandangan bahwa kerja sama China-UEA melayani kepentingan bersama kedua belah pihak dan menguntungkan kedua bangsa dan bahwa tidak ada hubungannya dengan dan tidak menoleransi campur tangan pihak ketiga.”

Situasi ini mengingatkan pada kebuntuan AS dengan Turki, yang terputus oleh Pentagon sebagai pembeli dan pemasok suku cadang untuk F-35 setelah Presiden Recep Tayyip Erdogan membeli sistem pertahanan rudal S-400 dari Rusia saat ia memperdalam hubungannya dengan musuh AS tersebut.

Demikian pula, UEA telah berusaha untuk memelihara aliansi lamanya dengan AS sementara juga memupuk hubungan ekonomi dan keamanan yang lebih dekat dengan China sebagai lindung nilai terhadap berkurangnya keterlibatan Amerika di wilayah tersebut. Para pemimpin Emirat juga terkesima oleh keinginan pemerintahan Biden untuk kembali ke perjanjian nuklir Iran yang ditinggalkan Trump pada 2018. China, bersama dengan kekuatan dunia lainnya, terlibat dalam negosiasi untuk memulihkan kesepakatan nuklir 2015 tersebut.

Bagi AS, keseimbangannya rumit: UEA memainkan peran penting di kawasan itu dan merupakan penggerak utama di balik Kesepakatan Abraham yang menormalkan hubungan dengan Israel. Tetapi terlalu banyak menekan para pemimpin Emirat atas Huawei berisiko mendorong UEA— dan negara-negara lain—lebih jauh ke dalam pelukan China.

"Hubungan yang berkembang dengan China membuat pemerintah AS gugup, tetapi sudah terlambat untuk membalikkannya,” kata Karen Young, seorang fellow senior di Middle East Institute, saat membicarakan tentang UEA.

"Saya tidak berpikir mereka akan pernah menjadi teman, dan China tidak akan pernah menjadi penjamin keamanan untuk Teluk, tetapi mereka berguna.”

Keputusan akhir pemerintahan Biden tentang F-35 tidak harus dibuat sebelum masa jabatannya saat ini berakhir pada 2024. Di antara pertimbangannya: meskipun jaringan komunikasi jet dianggap relatif aman dari penyadapan China, kehadiran Huawei di jaringan komersial Emirat berpotensi memungkinkan China untuk memata-matai pilot, kontraktor, dan lainnya di pangkalan tempat F-35 akan ditempatkan.

AS juga khawatir bahwa China dapat mencuri teknologi untuk drone AS yang akan menjadi bagian dari penjualan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
UU Etnis Kontroversial...
UU Etnis Kontroversial China Mulai Diberlakukan, Berpotensi Hapus Identitas Budaya Minoritas
Iran Serang Fasilitas...
Iran Serang Fasilitas CIA di Arab Saudi dan Irak, AS Curiga Rusia Terlibat
Rekomendasi
Selain Sertifikat TKA,...
Selain Sertifikat TKA, Ini Syarat Dokumen SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026
Pemeriksaan Febrie Adriansyah...
Pemeriksaan Febrie Adriansyah di Kejagung, Eks Penyidik KPK: Penahanan Penting agar Penyidikan Tak Diintervensi
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
Infografis
J-10 China Jagoan Pakistan...
J-10 China Jagoan Pakistan Pemangsa 5 Jet Tempur India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved