Eks Bos Mossad Akui Ilmuwan Nuklir Iran Jadi Target Israel
Jum'at, 11 Juni 2021 - 23:37 WIB
loading...
Eks bos Mossad Yossi Cohen. Foto/Iranintl
A
A
A
TEL AVIV - Mantan kepala badan intelijen Israel, Mossad , tidak hanya memberi sinyal jika negara Zionis itu berada di balik serangan terhadap fasilitas nuklir Iran . Lebih jauh, ia mengindikasikan jika Israel berada di balik tewasnya ilmuwan nuklir Iran padaNovember tahunlalu.
Pada November tahun lalu, program nuklir Iran mendapat pukulan telak setelah salah satu ilmuwan nuklir terkemuka, Mohsen Fakhrizadeh, dibunuh oleh senapan mesin otomatis. Mossad pub dituduh bertanggung jawab atas serangan itu, dengan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menyatakan ada “indikasi serius” bahwa Israel berada di baliknya.
Terkait pembunuhan tersebut, mantan kepala Mossad Yossi Cohen mengakui bahwa ilmuwan Iran telah menjadi target pengumpulan intelijen olehinstansinya selama bertahun-tahun, karena Israel bermasalah dengan pekerjaannya pada program nuklir Teheran.
Di samping itu, Cohen juga tampak mengeluarkan undangan terbuka kepada setiap ilmuwan Iran yang mungkin ingin meninggalkan program nuklir Teheran. Ia menyatakan bahwa Israel terkadang menawarkan jalan keluar kepada mereka yang bersedia mengubah karier.
Baca juga: Baku Tembak dengan Tentara Israel yang Menyamar, 2 Intelijen Palestina Tewas
Sementara Mossad biasanya dikenal karena tindakan diskresinya, Cohen mengambil kesempatan untuk mengeluarkan peringatan kepada Iran dan para ilmuwan yang bekerja dalam program nuklirnya bahwa mereka akan menjadi sasaran jika mereka melanjutkan kegiatan mereka.
Menggunakan wawancara pertama sejak pensiun untuk secara langsung berbicara dengan kepemimpinan Iran, Cohen menyatakan Iran telah disusupi dan Israel mengawasi kegiatannya.
"Era kebohongan telah berakhir," tegasnya seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (11/6/2021).
Diwartakan sebelumnya, Cohen mengindikasikan Israel berada di balik ledakan fasilitas nuklir Iran Natanz .
Juli lalu, fasilitas nuklir Natanz Iran menjadi sasaran ledakan yang menghancurkan perakitan sentrifugal canggihnya, dengan Teheran dengan cepat menuduh Israel berada di balik serangan itu. Ledakan serupa dilaporkan telah menghancurkan sistem tenaga di dalam fasilitas nuklir bawah tanah Iran lainnya awal tahun ini.
Baca juga: Houthi Klaim Tangkap Mata-mata Mossad, Janji Beber Intervensi Israel di Yaman
Membahas insiden tersebut, Cohen menyatakan bahwa agensinya berada di balik serangan tersebut, meskipun ia tidak memberikan pengakuan yang jelas.
"Kami mengatakan dengan sangat jelas (kepada Iran): kami tidak akan membiarkan Anda mendapatkan senjata nuklir. Apa yang tidak kamu mengerti?" kata Cohen.
Cohen, yang memimpin Mossad sejak 2016, lantas mengatakan bahwa fasilitas Natanz tidak terlihat seperti dulu, setelah ledakan itu melumpuhkan sentrifugalnya.
Baca juga: Nafsu Berkuasa Masih Kuat, Netanyahu Buru 'Para Pengkhianat' di Koalisinya
Pada November tahun lalu, program nuklir Iran mendapat pukulan telak setelah salah satu ilmuwan nuklir terkemuka, Mohsen Fakhrizadeh, dibunuh oleh senapan mesin otomatis. Mossad pub dituduh bertanggung jawab atas serangan itu, dengan Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif menyatakan ada “indikasi serius” bahwa Israel berada di baliknya.
Terkait pembunuhan tersebut, mantan kepala Mossad Yossi Cohen mengakui bahwa ilmuwan Iran telah menjadi target pengumpulan intelijen olehinstansinya selama bertahun-tahun, karena Israel bermasalah dengan pekerjaannya pada program nuklir Teheran.
Di samping itu, Cohen juga tampak mengeluarkan undangan terbuka kepada setiap ilmuwan Iran yang mungkin ingin meninggalkan program nuklir Teheran. Ia menyatakan bahwa Israel terkadang menawarkan jalan keluar kepada mereka yang bersedia mengubah karier.
Baca juga: Baku Tembak dengan Tentara Israel yang Menyamar, 2 Intelijen Palestina Tewas
Sementara Mossad biasanya dikenal karena tindakan diskresinya, Cohen mengambil kesempatan untuk mengeluarkan peringatan kepada Iran dan para ilmuwan yang bekerja dalam program nuklirnya bahwa mereka akan menjadi sasaran jika mereka melanjutkan kegiatan mereka.
Menggunakan wawancara pertama sejak pensiun untuk secara langsung berbicara dengan kepemimpinan Iran, Cohen menyatakan Iran telah disusupi dan Israel mengawasi kegiatannya.
"Era kebohongan telah berakhir," tegasnya seperti dikutip dari Russia Today, Jumat (11/6/2021).
Diwartakan sebelumnya, Cohen mengindikasikan Israel berada di balik ledakan fasilitas nuklir Iran Natanz .
Juli lalu, fasilitas nuklir Natanz Iran menjadi sasaran ledakan yang menghancurkan perakitan sentrifugal canggihnya, dengan Teheran dengan cepat menuduh Israel berada di balik serangan itu. Ledakan serupa dilaporkan telah menghancurkan sistem tenaga di dalam fasilitas nuklir bawah tanah Iran lainnya awal tahun ini.
Baca juga: Houthi Klaim Tangkap Mata-mata Mossad, Janji Beber Intervensi Israel di Yaman
Membahas insiden tersebut, Cohen menyatakan bahwa agensinya berada di balik serangan tersebut, meskipun ia tidak memberikan pengakuan yang jelas.
"Kami mengatakan dengan sangat jelas (kepada Iran): kami tidak akan membiarkan Anda mendapatkan senjata nuklir. Apa yang tidak kamu mengerti?" kata Cohen.
Cohen, yang memimpin Mossad sejak 2016, lantas mengatakan bahwa fasilitas Natanz tidak terlihat seperti dulu, setelah ledakan itu melumpuhkan sentrifugalnya.
Baca juga: Nafsu Berkuasa Masih Kuat, Netanyahu Buru 'Para Pengkhianat' di Koalisinya
(ian)
Lihat Juga :