Menang Pilpres, Capres Iran Ini Siap Bertemu Biden
Rabu, 09 Juni 2021 - 22:19 WIB
loading...
Mantan kepala Bank Sentral Iran, Abdolnasser Hemmati, siap bertemu Presiden AS Joe Biden jika memenangi pilpres. Foto/AP
A
A
A
TEHERAN - Seorang kandidat presiden Iran mengatakan bersedia bertemu dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden jika dia memenangkan pemilihan presiden minggu depan, meskipun Amerika perlu mengirim sinyal yang lebih baik dan lebih kuat ke Teheran.
Mantan kepala Bank Sentral Iran, Abdolnasser Hemmati, menekankan bahwa kembalinya Amerika ke perjanjian nuklir Iran yang compang-camping adalah kunci untuk setiap kemungkinan hubungan di tengah ketegangan yang lebih luas di Timur Tengah.
“Saya pikir kita belum melihat sesuatu yang serius dari pihak Biden,” kata Hemmati.
“Pertama-tama mereka harus kembali ke (kesepakatan nuklir) yang mereka tarik. Jika kita melihat proses dan kepercayaan diri yang lebih besar, maka kita bisa membicarakannya,” ujarnya kepada The Associated Press, Rabu (9/6/2021).
Baca juga: Blinken: Iran Bisa Buat Bom Nuklir dalam Hitungan Pekan
Berbicara dengan wartawan AP di kantornya di Teheran, Hemmati berulang kali mengatakan bahwa sinyal yang diharapkan Iran dari AS adalah kembalinya Washington ke kesepakatan nuklir.
Mantan kepala Bank Sentral Iran, Abdolnasser Hemmati, menekankan bahwa kembalinya Amerika ke perjanjian nuklir Iran yang compang-camping adalah kunci untuk setiap kemungkinan hubungan di tengah ketegangan yang lebih luas di Timur Tengah.
“Saya pikir kita belum melihat sesuatu yang serius dari pihak Biden,” kata Hemmati.
“Pertama-tama mereka harus kembali ke (kesepakatan nuklir) yang mereka tarik. Jika kita melihat proses dan kepercayaan diri yang lebih besar, maka kita bisa membicarakannya,” ujarnya kepada The Associated Press, Rabu (9/6/2021).
Baca juga: Blinken: Iran Bisa Buat Bom Nuklir dalam Hitungan Pekan
Berbicara dengan wartawan AP di kantornya di Teheran, Hemmati berulang kali mengatakan bahwa sinyal yang diharapkan Iran dari AS adalah kembalinya Washington ke kesepakatan nuklir.
Lihat Juga :