Blinken: Iran Bisa Buat Bom Nuklir dalam Hitungan Pekan

loading...
Blinken: Iran Bisa Buat Bom Nuklir dalam Hitungan Pekan
Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken. Foto/REUTERS
WASHINGTON - Iran dapat memiliki senjata nuklir dalam “beberapa pekan” kecuali Teheran membatasi pengayaan uranium.

Peringatan itu diungkapkan Amerika Serikat (AS) saat kepala pengawas nuklir PBB mengatakan “menjadi semakin sulit” untuk memperpanjang pengaturan sementara untuk inspeksi fasilitas nuklir Iran, ketika Teheran dan kekuatan dunia mencoba menyelamatkan Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) 2015.

JCPOA membatasi program nuklir Iran dengan imbalan keringanan sanksi internasional. Kesepakatan itu cacat sejak 2018, ketika AS keluar dari kesepakatan itu.



Baca juga: AS Klaim China-Rusia Berusaha Tingkatkan Pengaruh Global

Mantan Presiden AS Donald Trump saat itu memberlakukan kembali sanksi, dan Teheran mulai menolak mematuhi batasan pada pengayaan uraniumnya sesuai kesepakatan itu.

Baca juga: Selamat dari Bom Israel, Ulama Iran Pendiri Hizbullah Meninggal karena COVID-19

“Masih belum jelas apakah Iran bersedia dan siap melakukan apa yang perlu dilakukan untuk kembali patuh,” ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Antony Blinken.

Baca juga: Misteri Perwira Intelijen Israel Tewas di Penjara, Publik Bertanya-tanya

Dia menambahkan, “Sementara itu, programnya terus berjalan. Semakin lama ini berlangsung, semakin banyak waktu breakout berkurang. Sekarang berkurang, menurut laporan publik, hingga beberapa bulan. Dan jika ini terus berlanjut, itu akan turun menjadi hitungan pekan.”

AS dan Iran memulai pembicaraan tidak langsung di Wina pada April untuk melihat apakah kedua negara dapat melanjutkan kepatuhan terhadap JCPOA.



Pembicaraan putaran kelima berakhir pada 2 Juni dan para diplomat mengatakan putaran keenam mungkin dimulai pada Kamis.

Menyisakan hanya delapan hari untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir sebelum pemilu presiden Iran pada 18 Juni, yang diperkirakan membawa pemimpin garis keras baru.

Sekutu AS di Teluk juga khawatir pembicaraan hanya tentang program nuklir Iran, dan gagal mengatasi pengembangan rudal balistik Teheran dan campur tangan regionalnya melalui milisi di Irak, Yaman dan di tempat lain.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top