Loloskan RUU Anti Teknologi China, Beijing: AS Paranoid!

Rabu, 09 Juni 2021 - 18:19 WIB
loading...
Loloskan RUU Anti Teknologi...
Beijing murka setelah Senat AS meloloskan RUU anti teknologi China. Foto/Ilustrasi
A A A
BEIJING - China "mengamuk" setelah Senat Amerika Serikat (AS) meloloskan paket rancangan undang-undang (RUU) anti teknologi Negeri Tirai Bambu. Beijing menuduh Washington menunjukkan delusi paranoid dan mentalitas Perang Dingin dengan meloloskan RUU yang bertujuan untuk memperkuat posisi teknologi Amerika dalam bersaing dengan China itu.

Komite urusan luar negeri parlemen China mengecam RUU baru AS, menuduh Washington berusaha untuk merusak hak sah negara itu untuk pembangunan melalui teknologi dan pemisahan ekonomi.

"Undang-undang itu penuh dengan mentalitas Perang Dingin dan prasangka ideologis, dan parlemen China menyuarakan kemarahan yang kuat dan penentangan tegas terhadapnya," kata komite itu dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah China.

"RUU tersebut menunjukkan bahwa delusi paranoid egoisme telah mendistorsi niat awal inovasi dan kompetisi," sambung pernyataan itu seperti dikutip dari Russia Today, Rabu (9/6/2021).

Baca juga: Lab Nasional AS: COVID-19 Bocor dari Lab Wuhan Masuk Akal

RUU baru itu, yang secara resmi dikenal sebagai Undang-Undang Inovasi dan Persaingan AS, disahkan oleh Senat AS pada hari Selasa waktu setempat. RUU tersebut, yang telah menjadi salah satu RUU industri terbesar dalam sejarah AS, mendapat dukungan bipartisan yang luas, disahkan dengan dukungan 68-31. Setelah mendapat persetujuan Senat, RUU itu sekarang menuju ke Dewan Perwakilan Rakyat AS.

RUU tersebut memberi wewenang sekitar USD190 miliar untuk memperkuat teknologi dan penelitian AS, serta sekitar USD54 miliar untuk meningkatkan produksi dan penelitian semikonduktor dan peralatan telekomunikasi lainnya.

“Jika kita tidak melakukan apa-apa, hari-hari kita sebagai negara adidaya yang dominan mungkin akan berakhir. Kami tidak bermaksud membiarkan hari-hari itu berakhir di tangan kami. Kami tidak bermaksud melihat Amerika menjadi negara menengah di abad ini,” kata salah satu sponsor bersama undang-undang tersebut, Pemimpin Mayoritas Senat Chuck Schumer.

Selain memberikan dorongan besar untuk penelitian dan pengembangan Amerika, undang-undang tersebut juga berisi berbagai ketentuan eksplisit anti-China. Yakni, melarang pengunduhan aplikasi media sosial China TikTok pada perangkat yang dikeluarkan pemerintah, serta memblokir pengadaan drone yang diproduksi oleh perusahaan yang terkait dengan pemerintah China.

Undang-undang tersebut juga menyelidiki hal-hal yang agak terkait dengan teknologi besar, seperti memungkinkan diplomat dan militer Taiwan untuk menampilkan bendera pulau itu dan mengenakan seragam saat melakukan bisnis resmi di AS. Taiwan dianggap oleh Beijing sebagai bagian integral dari negara itu, dan China telah berulang kali menuduh Washington mencampuri urusan dalam negerinya dan melanggar apa yang disebut kebijakan 'satu China'.

Baca juga: Tiga Senator AS Kunjungi Taiwan dengan Pesawat Militer, Media China: Provokasi Berisiko
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Nah, Pentagon Minta...
Nah, Pentagon Minta Anggaran Rp1.426 Triliun untuk Tutupi Biaya Perang Lawan Iran
Rekomendasi
Widyawati Pantau Tio...
Widyawati Pantau Tio Pakusadewo dari Grup WA, Bersyukur Kondisinya Kini Membaik
Prabowo Gandeng Imperial...
Prabowo Gandeng Imperial College London Bangun 10 Universitas Kedokteran di Indonesia
Hasil Munas Alim Ulama...
Hasil Munas Alim Ulama dan Konbes NU Disambut Positif PWNU Aceh
Berita Terkini
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Viral, Robot China Ini...
Viral, Robot China Ini Mengemis di Jalan untuk Bayar Listrik
Trump Ancam Tak Tolong...
Trump Ancam Tak Tolong Negara-negara NATO karena Tolak Bantu AS Melawan Iran
Keir Starmer, PM yang...
Keir Starmer, PM yang Baik, tapi Kenapa Dibenci?
Aktivis Zionis: 15 Tahun...
Aktivis Zionis: 15 Tahun Lagi, Israel Akan Perang dengan Mesir
Tuduh AS Biang Kisruh,...
Tuduh AS Biang Kisruh, Kim Jong-un: Korut Akan Jalankan Posisinya sebagai Negara Nuklir
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved