Menlu Retno: Sejak Malaysia Terapkan Pembatasan, Puluhan WNI Kembali ke Tanah Air

loading...
Menlu Retno: Sejak Malaysia Terapkan Pembatasan, Puluhan WNI Kembali ke Tanah Air
Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menuturkan, sejak Malaysia menerapkan Movement Control Order (MCO) pada pertengahan April lalu, arus warga negara Indonesia (WNI) yang kembali ke tanah air meningkat. Foto/Kemlu RI
A+ A-
JAKARTA - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi menuturkan, sejak Malaysia menerapkan Movement Control Order (MCO) pada pertengahan April lalu, arus warga negara Indonesia (WNI) yang kembali ke tanah air meningkat. Dia mengatakan, sudah puluhan ribu WNI di Malaysia yang kembali ke Indonesia sejak penerapan MCO.

Retno menuturkan, melihat dari grafik yang disiapkan, dari perlintasan melalui laut, pada 18 Maret memang terjadi peningkatan yang cukup signifikan. WNI yang pulang dari empat pelabuhan di Malaysia, yaitu pelabuhan Stulang Laut, Putri Harbour, Pasir Gudang, dan Kukup, jelas Retno, jumlahnya adalah 3.330.

"Kita pantau setiap hari kepulangan mereka. Pada 1 April jumlah tersebut mengalami penurunan, mulai 1 hingga 8 April angka kepulangan WNI rata-rata berkisar pada 500-700 dan pada 8 April kemarin kepulangan WNI melalui empat pelabuhan tersebut jumlahnya adalah 489 menuju dua pelabuhan di Indonesia yaitu Batam dan Tanjung Balai Karimun," ucap Retno pada Kamis (9/4/2020).

Dia menuturkan, setiap pagi dirinya melakukan komunikasi dengan perwakilan Indonesia di Malaysia, terutama dengan KJRI Johor Baru. Ini karena KJRI Johor setiap pagi selalu melakukan pemantauan terkait kepulangan WNI, guna memastikan mereka aman dan mereka terlayani.



"Tentunya di pelabuhan penerima, kita perkuat kerja sama untuk memberlakukan juga protokol kesehatan sesuai dengan aturan yang berlaku. Di mana pun pada saat sekarang ini, pada saat ada arus masuk, harus dilakukan pemeriksaan yang sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku. Per 8 April, jumlah WNI yang kembali dari empat pelabuhan tersebut (mulai 18 Maret) adalah 40.429 orang," ungkapnya.

Retno lalu mengatakan, kepulangan melalui darat, yaitu masuk ke pintu Entikong, Badau, dan Aruk juga menunjukkan tren yang sama seperti kepulangan WNI melalui laut.

"Pada 18 Maret, pergerakan melalui perbatasan darat jumlahnya cukup tinggi dibanding rata-rata setiap hari dalam kondisi normal, terdapat 601 WNI yang pulang melalui perbatasan darat. Setelah itu terjadi penurunan, kalau dihitung dari 1 sampai 8 April, angka penurunan sekarang berkisar di sekitar 200. Total yang sudah kembali melalui darat per 8 April adalah 6,572," tukasnya.
(esn)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top