Tabrakan Kereta Pakistan Tewaskan 43 Orang: 'Semuanya Kacau Balau...'

Selasa, 08 Juni 2021 - 09:12 WIB
loading...
Tabrakan Kereta Pakistan...
Tentara paramiliter dan petugas penyelamat memindahkan jasad seorang pria dari lokasi setelah tabrakan dua kereta api di Ghotki, Daharki, Pakistan 7 Juni 2021. Foto/REUTERS
A A A
DAHARKI - Korban tewas akibat tabrakan dua kereta api di Daharki, Pakistan , kemarin terus bertambah menjadi 43 orang pada hari ini (8/6/2021). Salah satu korban selamat menceritakan tragedi yang dia gambarkan sebagai pemandangan kacau balau.

Norman Riaz sedang berbaring di ranjang susunnya di atas gerbong kereta api Millat Express dan bermain dengan ponselnya saat kereta melaju di sebuah pedesaan di Pakistan tepat sebelum tragedi mematikan terjadi.

Baca juga: Dua Kereta Api Tabrakan Dahsyat, 25 Orang Tewas

Kereta sedang menuju utara dari Karachi ke Lala Musa dengan sekitar 600 penumpang ketika tergelincir pada pukul 03.30 pagi di bagian pertama dari perjalanan 25 jam, 1.300 kilometer (800 mil).

Tidak diketahui apa yang menyebabkan kereta melompati relnya, tetapi Menteri Dalam Negeri Sheikh Rashid—mantan menteri perkeretaapian—menggambarkan bagian jalur itu "berantakan", sementara Menteri Perkeretaapian saat ini Azam Swati menyebutnya "sangat berbahaya".

Penumpang kelas bisnis berbaring di ranjang mereka di kabin eksklusif mereka, sementara penumpang kelas ekonomi duduk di kursi bangku empuk.

"Saya tidak bisa tidur," kata Riaz.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
3 Fakta Kereta Leo Express...
3 Fakta Kereta Leo Express dengan Rute Terpanjang di Eropa hingga 1.300 Km
Jadi Satu-satunya Negara...
Jadi Satu-satunya Negara Islam Berbom Nuklir, Mengapa Pakistan Tolak Akui Israel?
Inul Daratista Geram...
Inul Daratista Geram Dituding Gila Hormat, Ungkap Alasan Petugas KAI Melayani Sambil Jongkok
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Panas! Iran Gempur 18...
Panas! Iran Gempur 18 Target Milliter AS di Timur Tengah
Rekomendasi
Amnesty International...
Amnesty International Desak TNI Tak Dilibatkan Jaga Demo Mahasiswa Hari Ini
Akvindo: Tembakau Alternatif...
Akvindo: Tembakau Alternatif Kurangi Paparan Asap Rokok
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved