Penderitaan RS di Gaza, Belum Tuntas Pandemi Covid-19, Datang Serangan Israel
Senin, 07 Juni 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Rumah Sakit Eropa di kota Khan Younis, Yousef al-Akkad, mengatakan, para perawat dengan panik membutuhkan kamar untuk yang terluka, memindahkan puluhan pasien virus di tengah malam ke gedung yang berbeda.
"Para ahli bedah dan spesialisnya, yang telah ditempatkan di tempat lain untuk mengatasi virus tersebut, bergegas kembali untuk mengobati cedera kepala, patah tulang, dan luka di perut. Jika konflik meningkat, rumah sakit tidak akan dapat merawat pasien virus," kata al-Akkad.
“Kami hanya memiliki 15 tempat tidur perawatan intensif, dan yang bisa saya lakukan hanyalah berdoa. Karena rumah sakit kekurangan persediaan dan ahli bedah, saya sudah mengatur untuk mengirim satu anak ke Mesir untuk operasi bahu rekonstruksi. Saya berdoa serangan udara ini akan segera berhenti," sambungnya.
Baca: Bahas Masalah Gaza dan Iran, Menhan Israel Sambangi AS
Direktur Rumah Sakit Shifa, Mohammed Abu Selmia menyesalkan serangkaian pukulan terbaru terhadap sistem kesehatan Gaza.
“Jalur Gaza dikepung selama 14 tahun, dan sektor kesehatan habis. Kemudian datang pandemi virus Corona,” katanya. Dia mengatakan bahwa sebagian besar peralatan sudah setua blokade dan tidak dapat dikirim untuk diperbaiki.
Sekarang, timnya yang sudah tertekan oleh kasus virus sedang merawat para korban pemboman, lebih dari setengahnya adalah kasus kritis yang membutuhkan pembedahan.
"Para ahli bedah dan spesialisnya, yang telah ditempatkan di tempat lain untuk mengatasi virus tersebut, bergegas kembali untuk mengobati cedera kepala, patah tulang, dan luka di perut. Jika konflik meningkat, rumah sakit tidak akan dapat merawat pasien virus," kata al-Akkad.
“Kami hanya memiliki 15 tempat tidur perawatan intensif, dan yang bisa saya lakukan hanyalah berdoa. Karena rumah sakit kekurangan persediaan dan ahli bedah, saya sudah mengatur untuk mengirim satu anak ke Mesir untuk operasi bahu rekonstruksi. Saya berdoa serangan udara ini akan segera berhenti," sambungnya.
Baca: Bahas Masalah Gaza dan Iran, Menhan Israel Sambangi AS
Direktur Rumah Sakit Shifa, Mohammed Abu Selmia menyesalkan serangkaian pukulan terbaru terhadap sistem kesehatan Gaza.
“Jalur Gaza dikepung selama 14 tahun, dan sektor kesehatan habis. Kemudian datang pandemi virus Corona,” katanya. Dia mengatakan bahwa sebagian besar peralatan sudah setua blokade dan tidak dapat dikirim untuk diperbaiki.
Sekarang, timnya yang sudah tertekan oleh kasus virus sedang merawat para korban pemboman, lebih dari setengahnya adalah kasus kritis yang membutuhkan pembedahan.
(esn)
Lihat Juga :