Miko Peled, Putra Jenderal Pendiri Israel yang Dianggap Pro-Palestina

Jum'at, 04 Juni 2021 - 00:06 WIB
loading...
A A A
Sejak itu, Miko bertekad akan mengikuti jejak Ayahnya. Inilah perjalanan politik dan moral yang dia suarakan, memadukan peristiwa kehidupan pribadinya dengan peristiwa di Timur Tengah.

Miko dibesarkan di sebuah rumah di Yerusalem Barat. Miko mengagumi dan berbagi kecenderungan orangtuanya, tetapi tidak cenderung untuk menduplikasi aktivisme Ayahnya.

Tetap saja, teman-teman sekelas Israel-nya memanggilnya sebagai “pecinta Arab”, meskipun dia tidak memiliki satu pun teman Palestina. Kisah Miko tentang masa kecilnya sangat menarik, terutama saat ia menggambarkan latar belakang yang beragam dari kakek-neneknya dan memberikan pandangan pribadi tentang orang-orang Israel terkemuka. Hal ini juga luar biasa dalam mengungkapkan betapa terpisahnya kedua masyarakat itu.

Baca juga: Batalion Sepik Siap Perang dengan Indonesia, Ini Respons Resmi PNG

Setelah pengalaman pelatihan yang agak mengerikan di militer Israel, Miko tertarik pada seni karate. "Tidak seperti pelatihan militer, di mana tujuannya adalah untuk menghancurkan Anda dan kemudian mengubah Anda menjadi seorang pembunuh, Sensei Dan [instruktur karatenya di Yerusalem] ingin membangun kami dan mengembangkan kami sebagai orang yang percaya diri dan penuh kasih," tulis Miko dalam bukunya.

Akhirnya, Miko mendirikan sekolah karate yang sukses di South California, tetapi dia selalu waspada terhadap perkembangan "di rumah", yakni di Israel.

Musim gugur 1977 adalah titik balik; dua pemuda Palestina meledakkan diri di jalan Yerusalem, membunuh keponakannya, Smader. “Sampai saat itu, saya baik-baik saja dengan keputusan yang saya buat bertahun-tahun sebelumnya untuk tidak aktif secara politik, tetapi setelah Smader terbunuh, saya tidak lagi puas untuk duduk diam.”
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
Analis Israel: Netanyahu...
Analis Israel: Netanyahu Pembohong yang Dipermalukan Trump dalam Kesepakatan AS-Iran
Israel Marah setelah...
Israel Marah setelah Presiden Belarusia Samakan Pembantaian Gaza dengan Holocaust Nazi
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
Israel Temukan Batu...
Israel Temukan Batu Suci Berusia 2.700 Tahun yang Tertulis dalam Alkitab
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Bukan Hanya Trump, Presiden...
Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai
Rekomendasi
Syahran Buka Suara soal...
Syahran Buka Suara soal Hubungannya dengan Jule: Saya Siap dengan Konsekuensinya
Periksa Sony Sonjaya,...
Periksa Sony Sonjaya, Kejagung Dalami Pengajuan Justice Collaborator
Haul Akbar Ulama Betawi...
Haul Akbar Ulama Betawi Digelar di Monas Besok, Catat Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatifnya
Berita Terkini
Trump Bilang Israel...
Trump Bilang Israel Tak Berhak Kritik Deal AS-Iran karena Dulu Ogah Bunuh Jenderal Soleimani
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Iran Nyatakan Menang...
Iran Nyatakan Menang Perang Melawan AS dan Israel
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Ada yang Hanya Rp427 Per Liter
Arab Saudi Kebut Pembangunan...
Arab Saudi Kebut Pembangunan Jeddah Tower 1.000 Meter, Gedung Tertinggi di Dunia Kalahkan Burj Khalifa
Trump: AS Harus Kembalikan...
Trump: AS Harus Kembalikan Uang Iran atau Kepercayaan Dunia pada Dolar Rusak
Infografis
4 Negara Arab yang Siap...
4 Negara Arab yang Siap Bantu Qatar Balas Serangan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved