PM Israel Benjamin Netanyahu Diadili Atas Tuduhan Korupsi
Minggu, 24 Mei 2020 - 16:57 WIB
loading...
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan diadili atas tuduhan korupsi. Foto/Foreign Brief
A
A
A
TEL AVIV - Persidangan korupsi terhadap terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang telah lama ditunggu-tunggu akan digelat di Yerusalem. Netanyahu menjadi perdana menteri Israel pertama yang diadili saat masih menjabat.
Netanyahu diharuskan menghadiri sidang di Pengadilan Distrik Yerusalem pada hari Minggu waktu setempat seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu (24/5/2020).
Persidangan ini berlangsung seminggu setelah ia dilantik sebagai kepala pemerintahan, mengakhiri lebih dari satu tahun kebuntuan politik. Ia menjadi perdana menteri terlama Israel dengan lima kali masa jabatan.
Netanyahu telah dituduh melakukan penipuan, pelanggaran kepercayaan dan menerima suap dalam serangkaian kasus. Ia dituduh menerima hadiah mahal, seperti karton sampanye dan cerutu, dari teman-temannya yang kaya dan menawarkan bantuan kepada para taipan media dengan imbalan liputan berita yang menguntungkan tentang dia dan keluarganya.
Dalam kasus yang paling serius, ia dituduh mempromosikan undang-undang yang memberikan keuntungan ratusan juta dolar kepada pemilik perusahaan telekomunikasi besar sambil memegang pengaruh editorial di belakang layar atas situs web berita populer perusahaan itu.
Netanyahu diharuskan menghadiri sidang di Pengadilan Distrik Yerusalem pada hari Minggu waktu setempat seperti dikutip dari Al Jazeera, Minggu (24/5/2020).
Persidangan ini berlangsung seminggu setelah ia dilantik sebagai kepala pemerintahan, mengakhiri lebih dari satu tahun kebuntuan politik. Ia menjadi perdana menteri terlama Israel dengan lima kali masa jabatan.
Netanyahu telah dituduh melakukan penipuan, pelanggaran kepercayaan dan menerima suap dalam serangkaian kasus. Ia dituduh menerima hadiah mahal, seperti karton sampanye dan cerutu, dari teman-temannya yang kaya dan menawarkan bantuan kepada para taipan media dengan imbalan liputan berita yang menguntungkan tentang dia dan keluarganya.
Dalam kasus yang paling serius, ia dituduh mempromosikan undang-undang yang memberikan keuntungan ratusan juta dolar kepada pemilik perusahaan telekomunikasi besar sambil memegang pengaruh editorial di belakang layar atas situs web berita populer perusahaan itu.
Lihat Juga :