AS Mata-matai Merkel dan Pemimpin Eropa Lainnya, Biden Terlibat

Senin, 31 Mei 2021 - 08:09 WIB
loading...
A A A
Menurut investigasi gabungan tersebut, politisi di Jerman, Swedia, Norwegia, Belanda, Prancis, dan bahkan industri keuangan Denmark juga menjadi sasaran NSA dengan bantuan mata-mata Denmark.

Pemerintah Denmark dilaporkan telah mengetahui tentang kerjasama tersebut selama bertahun-tahun dan memaksa kepemimpinan FE untuk mundur pada tahun 2020 setelah menemukan hubungan sepenuhnya usai penyelidikan internal. Namun, mereka tidak melaporkan temuan tersebut kepada sekutu Uni Eropa mana pun.

Aksi mata-mata tersebut terutama dilakukan melalui pembajakan sistem komunikasi elektronik Denmark karena negara tersebut memiliki stasiun pendaratan untuk kabel internet bawah laut antara banyak negara, seperti Jerman dan Swedia.

Dengan menggunakan nomor telepon politisi dan pejabat, pihak berwenang dapat mengunduh pesan teks dan panggilan telepon mereka.

Baca juga: Saat Perang Berdarah, 43 Warga Gaza Diduga Jadi Mata-mata Israel

Snowden, yang mengungkapkan tentang sepak terjang NSA ketika Biden menjabat sebagai wakil presiden era Obama, mengatakan presiden saat ini "sangat siap" untuk menjawab tuduhan dan bahwa harus ada persyaratan "pengungkapan penuh" dari Denmark dan AS.

"Biden sangat siap untuk menjawab ini ketika dia segera mengunjungi Eropa karena, tentu saja, dia sangat terlibat dalam skandal ini untuk pertama kalinya," kata Snowden yang dikutip dari akun Twitter-nya, @Snowden, Senin (31/5/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
AS Mengganas, Hantam...
AS Mengganas, Hantam Iran Bertubi-tubi Bidik Bunker Senjata
Houthi Bakal Blokade...
Houthi Bakal Blokade Pelabuhan Saudi, Apa Dampaknya bagi Pasokan Energi Global?
Rekomendasi
Dugaan Penyamaran Aset...
Dugaan Penyamaran Aset Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
Bersama Rumah Baca Empat...
Bersama Rumah Baca Empat Jagoan, MNC Peduli Berbagi Buku Dongeng dan Lomba Mewarnai
Berita Terkini
6 Misi Pasukan Khusus...
6 Misi Pasukan Khusus yang Memicu Malapetaka, 2 Negara Adidaya Pernah Tumbang
Iran Lebih Suka Bombardir...
Iran Lebih Suka Bombardir Negara-negara Arab Dibandingkan Kapal Induk AS, Ini 5 Alasannya
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved