Goita, Pemimpin Kudeta dan Didikan AS yang Jadi Presiden Mali
Sabtu, 29 Mei 2021 - 11:08 WIB
loading...
A
A
A
Mahkamah Konstutusi mengatakan dalam putusannya bahwa Goita harus mengisi kekosongan yang ditinggalkan oleh pengunduran diri Ndaw. "Untuk memimpin proses transisi sampai pada kesimpulannya dan menyandang gelar presiden transisi, kepala negara," bunyi putusan tersebut yang dilansir Reuters.
Putusan itu menetapkan Mali pada jalur yang bertentangan dengan Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS) yang beranggotakan 15 negara, yang bersikeras bahwa transisi, yang akan berakhir dengan pemilu pada Februari, tetap dipimpin oleh sipil.
Setelah menyetujui pada bulan Oktober untuk mencabut sanksi yang dijatuhkan setelah kudeta terhadap Keita, ECOWAS mengatakan dalam sebuah deklarasi bahwa wakil presiden transisi dalam keadaan apa pun tidak dapat menggantikan presiden.
Para pemimpin ECOWAS dijadwalkan bertemu di Ghana pada hari Minggu besok.
Mereka dan kekuatan Barat termasuk Prancis dan Amerika Serikat (AS) khawatir krisis politik dapat memperburuk ketidakstabilan di Mali utara dan tengah, markas bagi afiliasi regional al-Qaeda dan ISIS.
Putusan itu menetapkan Mali pada jalur yang bertentangan dengan Komunitas Ekonomi Negara-negara Afrika Barat (ECOWAS) yang beranggotakan 15 negara, yang bersikeras bahwa transisi, yang akan berakhir dengan pemilu pada Februari, tetap dipimpin oleh sipil.
Setelah menyetujui pada bulan Oktober untuk mencabut sanksi yang dijatuhkan setelah kudeta terhadap Keita, ECOWAS mengatakan dalam sebuah deklarasi bahwa wakil presiden transisi dalam keadaan apa pun tidak dapat menggantikan presiden.
Para pemimpin ECOWAS dijadwalkan bertemu di Ghana pada hari Minggu besok.
Mereka dan kekuatan Barat termasuk Prancis dan Amerika Serikat (AS) khawatir krisis politik dapat memperburuk ketidakstabilan di Mali utara dan tengah, markas bagi afiliasi regional al-Qaeda dan ISIS.
Lihat Juga :