Mantan Presiden Tunisia: Hamas Gerakan Nasional dan AS Harus Siap Negosiasi
Jum'at, 28 Mei 2021 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Google Sarankan Keffiyeh Palestina sebagai Simbol Terorisme, Netizen Marah Besar
"Sekarang atau nanti, Amerika harus mengakui bahwa Hamas adalah gerakan perlawanan nasional. Pada akhirnya, Amerika membuang-buang waktu mereka karena pada akhirnya mereka harus berdialog dengan mereka yang memiliki kekuasaan di lapangan," tutur dia.
Amerika Serikat telah bernegosiasi dengan Taliban, dia melanjutkan, "Jadi mengapa mereka tidak berbicara dengan semua pasukan Palestina?"
Gencatan senjata antara faksi-faksi perlawanan Palestina dan pasukan pendudukan Israel mulai berlaku pada pukul 02:00 Jumat lalu.
Langkah itu mengakhiri 11 hari dan malam serangan udara brutal Israel di Jalur Gaza. Perang terbaru terjadi setelah serangan brutal oleh polisi Israel dan pemukim Yahudi di Masjid Al-Aqsa dan lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem.
"Sekarang atau nanti, Amerika harus mengakui bahwa Hamas adalah gerakan perlawanan nasional. Pada akhirnya, Amerika membuang-buang waktu mereka karena pada akhirnya mereka harus berdialog dengan mereka yang memiliki kekuasaan di lapangan," tutur dia.
Amerika Serikat telah bernegosiasi dengan Taliban, dia melanjutkan, "Jadi mengapa mereka tidak berbicara dengan semua pasukan Palestina?"
Gencatan senjata antara faksi-faksi perlawanan Palestina dan pasukan pendudukan Israel mulai berlaku pada pukul 02:00 Jumat lalu.
Langkah itu mengakhiri 11 hari dan malam serangan udara brutal Israel di Jalur Gaza. Perang terbaru terjadi setelah serangan brutal oleh polisi Israel dan pemukim Yahudi di Masjid Al-Aqsa dan lingkungan Sheikh Jarrah di Yerusalem.
(sya)
Lihat Juga :