Covid-19 Tak Terkendali, Erdogan Justru Larang Oposisi Bantu Rakyat
Senin, 20 April 2020 - 10:23 WIB
loading...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Foto/REUTERS/Umit Bektas
A
A
A
ANKARA - Rezim pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan terindikasi melarang kubu oposisi membantu rakyat Turki di saat wabah virus corona jenis baru, Covid-19, tak terkendali.
Kementerian Dalam Negeri Turki meluncurkan penyelidikan terhadap Wali Kota Istanbul Ekrem İmamoğlu dan Wali Kota Ankara Mansur Yavaş—keduanya dari partai oposisi, Partai Rakyat Republik (CHP), setelah memberikan bantuan kepada masyarakat yang ikut terkena dampak Covid-19. Kedua wali kota itu dituduh melakukan kampanye melalui bantuan yang mereka berikan.
Kementerian Kesehatan Turki juga menyegel Rumah Sakit Lapangan—Rumah Sakit Sahra Hastanesi—yang disiapkan oleh Kota Metropolitan Adana dengan CHP untuk penanganan pasien Covid-19. Padahal rumah sakit ini telah menyiapkan 1.000 tempat tidur untuk Rumah Sakit Lapangan yang didirikan pertama kali di Turki.
Wali Kota Metropolitan Adana Zeydan Karalar dengan CHP berbagi video rumah sakit dari akun media sosialnya. “Kami menyelesaikan Rumah Sakit Lapangan kami dengan seluruh infrastrukturnya dengan standar sendiri. Bila perlu, kami dapat memindahkannya ke Kementerian Kesehatan bersama dengan tim layanan kesehatan kami dan meningkatkan kapasitas tempat tidur," katanya, sebagaimana diberitakan media setempat, Boldmedya, Sabtu (18/4/2020) pekan lalu.
Namun, tim Direktorat Kesehatan Provinsi Adana justru mengambil tindakan dengan menyegel Rumah Sakit Lapangan. Dalam pernyataannya, pemerintah berkuasa menyatakan; "Kondisi sanitasi tidak cocok untuk memberikan perawatan kesehatan dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh direktorat kami."
Kementerian Dalam Negeri Turki meluncurkan penyelidikan terhadap Wali Kota Istanbul Ekrem İmamoğlu dan Wali Kota Ankara Mansur Yavaş—keduanya dari partai oposisi, Partai Rakyat Republik (CHP), setelah memberikan bantuan kepada masyarakat yang ikut terkena dampak Covid-19. Kedua wali kota itu dituduh melakukan kampanye melalui bantuan yang mereka berikan.
Kementerian Kesehatan Turki juga menyegel Rumah Sakit Lapangan—Rumah Sakit Sahra Hastanesi—yang disiapkan oleh Kota Metropolitan Adana dengan CHP untuk penanganan pasien Covid-19. Padahal rumah sakit ini telah menyiapkan 1.000 tempat tidur untuk Rumah Sakit Lapangan yang didirikan pertama kali di Turki.
Wali Kota Metropolitan Adana Zeydan Karalar dengan CHP berbagi video rumah sakit dari akun media sosialnya. “Kami menyelesaikan Rumah Sakit Lapangan kami dengan seluruh infrastrukturnya dengan standar sendiri. Bila perlu, kami dapat memindahkannya ke Kementerian Kesehatan bersama dengan tim layanan kesehatan kami dan meningkatkan kapasitas tempat tidur," katanya, sebagaimana diberitakan media setempat, Boldmedya, Sabtu (18/4/2020) pekan lalu.
Namun, tim Direktorat Kesehatan Provinsi Adana justru mengambil tindakan dengan menyegel Rumah Sakit Lapangan. Dalam pernyataannya, pemerintah berkuasa menyatakan; "Kondisi sanitasi tidak cocok untuk memberikan perawatan kesehatan dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh direktorat kami."
Lihat Juga :