Gaji Tentara Bayaran Suriah Dirampok

Kamis, 27 Mei 2021 - 22:12 WIB
loading...
Gaji Tentara Bayaran...
Gaji tentara bayaran asal Suriah dilaporkan dirampok. Foto/Ilustrasi
A A A
DAMASKUS - Sebuah laporan menyebutkan bahwa gaji untuk tentara bayaran asal Suriah telah dirampok. Tentara bayaran asal Suriah banyak dikerahkan, terkadang secara paksa, di sejumlah konflik di luar negeri seperti Libya dan Nagorno Karabakh .

Sejak akhir 2019, ribuan pejuang asal Suriah telah direkrut sebagai tentara bayaran baik secara langsung atau tidak langsung oleh Turki dan Rusia . Dua negara tersebut adalah dua makelar utama dalam perang Suriah yang telah berlangsung selama satu dekade.

Pusat Keadilan dan Akuntabilitas Suriah (SJAC), bekerja sama dengan Syrians for Truth and Justice (STJ), melakukan studi tentang perekrutan eksploitatif tentara bayaran ini.

Jumlah terbesar tentara bayaran Suriah adalah mantan pemberontak anti-rezim yang terdampar di beberapa bagian Suriah barat laut di bawah pengaruh Turki.

"Partisipasi warga Suriah sebagai pejuang tentara bayaran dalam pertempuran di luar negeri berfungsi untuk memperkaya dan memperkuat beberapa kelompok bersenjata paling kriminal di dalam negeri, terutama kelompok yang didukung Turki di barat laut," ungkap Direktur Eksekutif SJAC, Mohammad al-Abdallah, seperti dikutip dari France24, Kamis (27/5/2021).

Baca juga: Tampang Sangar Pembom Jarak Jauh Rusia Saat Pertama Kali Mendarat di Suriah

Beberapa mantan anggota tentara reguler Suriah dan kelompok milisi sekutu pejuang juga telah dikirim oleh pemain militer Rusia, seperti bayangan Grup Wagner.

Di Libya, yang telah dilanda konflik selama dekade terakhir, Turki mendukung Pemerintah Kesepakatan Nasional yang diakui PBB sementara Rusia mendukung pasukan yang setia kepada orang kuat militer Khalifa Haftar.

Dalam konflik yang meletus tahun lalu di wilayah Kaukasus yang disengketakan di Nagorno-Karabakh, Turki mengirim pejuang dari proksi Suriahnya untuk mendukung Azerbaijan melawan Armenia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Makin Kewalahan, Rusia...
Makin Kewalahan, Rusia Pilih Buru Operator Drone Ukraina
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Menlu Rusia: AS Terlibat...
Menlu Rusia: AS Terlibat Langsung dalam Perang Ukraina!
Rekomendasi
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
Ruko di Pasar Ciputat...
Ruko di Pasar Ciputat Tangsel Terbakar, Api Masih Berkobar
3 Tersangka Kasus Suap...
3 Tersangka Kasus Suap Dana Hibah Pokmas Jatim Beri Rp6,9 M agar Dapat Jatah
Berita Terkini
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved