Sejarawan Yahudi: Israel Adalah Penjahat yang Berperan sebagai Korban

Rabu, 26 Mei 2021 - 04:48 WIB
loading...
A A A
"Saya tidak tahu mengapa Perdana Menteri [Israel Benjamin] Netanyahu mengeluarkan perintah untuk menyerang Gaza, tetapi saya tahu bahwa situasi ini tidak merugikannya. Sebaliknya, dia diuntungkan dari polarisasi dalam masyarakat Israel, dan permusuhan semacam itu meningkatkan efek polarisasi saat ini kami lihat di jalanan Israel," lanjut dia.

Dia mengatakan adalah kesalahan besar untuk menggambarkan apa yang terjadi antara Israel dan Palestina sebagai "konflik".

"Kami tidak dapat menggunakan istilah konflik dalam kaitannya dengan situasi saat ini, karena kami terutama berbicara tentang penduduk sipil yang menghadapi salah satu dari mekanisme militer paling canggih di kawasan, tentu saja, konsekuensi seperti itu [jumlah korban yang signifikan di antara orang Palestina] terjadi ketika ada disparitas dalam perimbangan kekuatan," paparnya.

Mengenai pertanyaan apakah serangan Israel terhadap warga sipil merupakan kejahatan perang, sejarawan Yahudi itu berkata: "Saya bukan ahli hukum internasional, tetapi saya dapat mengatakan bahwa ada mesin militer yang sangat canggih yang menyerang warga sipil. Saya pikir tindakan ini dapat dipertimbangkan sebagai kejahatan perang."

"Tapi saya bukan pengacara untuk berbicara tentang deskripsi hukum tindakan Israel sebagai rasis atau yang dianggap sebagai kejahatan perang. Yang penting di sini adalah apa yang ada di balik semua ini. Ketika ada distribusi kekuasaan yang tidak seimbang di antara kedua sisi, Anda tidak dapat berbicara tentang konflik. Ini lebih merupakan tentang pihak yang menyerang pihak lain," jelas Rabkin seperti dikutip Middle East Monitor.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Tembak Jatuh...
Israel Tembak Jatuh Rudal Iran, Ancam Beri Respons dengan Kekuatan Penuh
Wali Kota New York Ngotot...
Wali Kota New York Ngotot Ingin Tangkap PM Israel Netanyahu: 'Dia Penjahat Perang'
Para Turis Israel Dipukuli...
Para Turis Israel Dipukuli di Montenegro, Diteriaki 'Pelaku Genosida Gaza'
Drone Israel Serang...
Drone Israel Serang Acara Pemakaman di Gaza Tengah, 8 Orang Tewas, 20 Warga Terluka
Israel Berencana Gunakan...
Israel Berencana Gunakan Buaya untuk Jaga Tahanan Palestina
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
4 Alasan Mojtaba Khamenei...
4 Alasan Mojtaba Khamenei Bersumpah Ingin Balas Dendam Kematian Ayahnya
Koalisi Militer Islam...
Koalisi Militer Islam Gandeng PBB Latih Palestina dan Chad Perangi Pendanaan Terorisme
Bunuh Tentara AS, Militer...
Bunuh Tentara AS, Militer Iran Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Rekomendasi
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Diminta Diusut Tuntas, Publik Diminta Mengawal
Dukung KNMP, SPHC Dorong...
Dukung KNMP, SPHC Dorong Penguatan Kapasitas Nelayan di Kabupaten Pati
3 Fakta yang Telah Diungkap...
3 Fakta yang Telah Diungkap KPK Terkait OTT Bupati Lombok Barat
Berita Terkini
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Houthi Resmi Kobarkan...
Houthi Resmi Kobarkan Perang Melawan Arab Saudi, Ini Alasan Utamanya
6 Negara dengan Sistem...
6 Negara dengan Sistem Pelayanan Kesehatan Terbaik di Dunia, 3 Ada di Asia
Mantan Agen CIA Ini...
Mantan Agen CIA Ini Minta AS Akui Iran sebagai Kekuatan Regional Utama, Berikut 3 Alasannya
Tugas Berat PM Inggris...
Tugas Berat PM Inggris Baru, Memutuskan Apa yang Terjadi jika Ada Perang Nuklir
Warga Yordania Bantu...
Warga Yordania Bantu Iran Menarget Pangkalan Militer AS
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved