Diskriminatif, WhatsApp Blokir Akun Para Jurnalis di Jalur Gaza
Selasa, 25 Mei 2021 - 10:43 WIB
loading...
Logo WhatsApp dan Facebook. Foto/REUTERS
A
A
A
JALUR GAZA - Beberapa jam setelah gencatan senjata terbaru berlaku di Jalur Gaza , sejumlah jurnalis Palestina di sana menemukan bahwa mereka diblokir untuk mengakses WhatsApp.
Pemblokiran ini tentu sangat mengganggu karena WhatsApp telah jadi alat penting yang digunakan untuk berkomunikasi dengan sejumlah sumber, editor, dan dunia di luar blokade Jalur Gaza.
Associated Press (AP) menghubungi 17 jurnalis di Gaza yang mengonfirmasi akun Whatsapp mereka telah diblokir sejak Jumat.
Baca juga: Catat, Matahari Tepat di Atas Kabah pada Kamis, Saatnya Luruskan Arah Kiblat
Hingga Senin tengah hari, hanya empat jurnalis yang bekerja untuk Al Jazeera, mengonfirmasi bahwa akun mereka telah dipulihkan.
Baca juga: Ayah Ampuni Pembunuh Putranya Beberapa Menit sebelum Eksekusi di Arab Saudi
Insiden ini menandai langkah membingungkan terbaru terkait pemilik WhatsApp, Facebook Inc yang membuat para pengguna warga Palestina atau sekutunya bingung mengapa mereka menjadi sasaran perusahaan itu, atau apakah mereka memang disensor sama sekali.
Baca juga: Petugas Arab Saudi Disebut 'Pahlawan' Usai Gagalkan Serangan di Masjidil Haram
Dua belas dari 17 jurnalis yang dihubungi AP mengatakan mereka pernah menjadi bagian dari grup WhatsApp yang menyebarkan informasi terkait operasi militer Hamas.
Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, dipandang sebagai organisasi teroris oleh Israel dan Amerika Serikat (AS), tempat pemilik WhatsApp, Facebook bermarkas.
Tidak jelas apakah para jurnalis tersebut menjadi sasaran karena mereka telah mengikuti pengumuman Hamas di WhatsApp.
Hamas menjalankan Kementerian Kesehatan Gaza, yang memiliki grup WhatsApp yang diikuti lebih dari 80 orang, banyak dari mereka adalah jurnalis. Grup itu, misalnya, belum diblokir.
Hassan Slaieh, seorang jurnalis lepas di Gaza yang akun WhatsAppnya diblokir, mengatakan dia mengira akunnya mungkin telah menjadi target karena dia berada di grup bernama Hamas Media.
“Ini telah memengaruhi pekerjaan dan penghasilan saya karena saya kehilangan percakapan dengan para sumber dan orang-orang,” ujar Slaieh.
Pemblokiran ini tentu sangat mengganggu karena WhatsApp telah jadi alat penting yang digunakan untuk berkomunikasi dengan sejumlah sumber, editor, dan dunia di luar blokade Jalur Gaza.
Associated Press (AP) menghubungi 17 jurnalis di Gaza yang mengonfirmasi akun Whatsapp mereka telah diblokir sejak Jumat.
Baca juga: Catat, Matahari Tepat di Atas Kabah pada Kamis, Saatnya Luruskan Arah Kiblat
Hingga Senin tengah hari, hanya empat jurnalis yang bekerja untuk Al Jazeera, mengonfirmasi bahwa akun mereka telah dipulihkan.
Baca juga: Ayah Ampuni Pembunuh Putranya Beberapa Menit sebelum Eksekusi di Arab Saudi
Insiden ini menandai langkah membingungkan terbaru terkait pemilik WhatsApp, Facebook Inc yang membuat para pengguna warga Palestina atau sekutunya bingung mengapa mereka menjadi sasaran perusahaan itu, atau apakah mereka memang disensor sama sekali.
Baca juga: Petugas Arab Saudi Disebut 'Pahlawan' Usai Gagalkan Serangan di Masjidil Haram
Dua belas dari 17 jurnalis yang dihubungi AP mengatakan mereka pernah menjadi bagian dari grup WhatsApp yang menyebarkan informasi terkait operasi militer Hamas.
Hamas, yang menguasai Jalur Gaza, dipandang sebagai organisasi teroris oleh Israel dan Amerika Serikat (AS), tempat pemilik WhatsApp, Facebook bermarkas.
Tidak jelas apakah para jurnalis tersebut menjadi sasaran karena mereka telah mengikuti pengumuman Hamas di WhatsApp.
Hamas menjalankan Kementerian Kesehatan Gaza, yang memiliki grup WhatsApp yang diikuti lebih dari 80 orang, banyak dari mereka adalah jurnalis. Grup itu, misalnya, belum diblokir.
Hassan Slaieh, seorang jurnalis lepas di Gaza yang akun WhatsAppnya diblokir, mengatakan dia mengira akunnya mungkin telah menjadi target karena dia berada di grup bernama Hamas Media.
“Ini telah memengaruhi pekerjaan dan penghasilan saya karena saya kehilangan percakapan dengan para sumber dan orang-orang,” ujar Slaieh.
Lihat Juga :