Acara Aneh TV AS, 15 Pria Bersaing untuk Menghamili 1 Wanita

Sabtu, 23 Mei 2020 - 16:33 WIB
loading...
Acara Aneh TV AS, 15...
Acara reality show Labor of Love di televisi Amerika Serikat. Foto/TVLine
A A A
WASHINGTON - Sebuah reality show televisi (TV) di Amerika Serikat (AS) menyuguhkan kompetisi kencan yang aneh, di mana 15 pria bersaing untuk "membuat" bayi dengan seorang wanita. Belasan pria itu berkompetisi untuk nantinya menghamili si wanita yang sama sekali tak mereka kenal sebelumnya.

Acara berjudul "Labor of Love" tersebut membuat banyak orang Amerika terkejut. Sekilas reality show ini seperti bercanda, namun acara tersebut benar-benar digelar di stasiun televisi FOX.

"Labor of Love" adalah acara kencan baru yang mengejutkan, di mana seorang janda cerai berusia 41 tahun tidak mencari suami atau pasangan hidup, melainkan seorang "baby daddy".

Kristy Katzmann adalah wanita karier yang sukses yang secara harfiah akan menilai kualitas kebapakan dari 15 pria yang berkompetisi, mulai dari jumlah sperma hingga kebiasaan minum mereka, sambil berkencan untuk menguji kemampuan mereka dalam mengasuh anak.

Acara—yang dipandu oleh bintang "Sex and the City" Kristin Davis—bahkan menampilkan tagline yang menarik; "lewati kencan dan langsung membuat bayi".

Istilah lain yang digunakan dalam promo acara itu berbunyi; "Cinta itu opsional, kerja tidak." (Baca: Viral, Perawat Covid-19 Bercelana Dalam dengan APD Transparan )

Banyak orang terkejut dengan acara aneh ini, di mana beberapa di antaranya menganggapnya "mengerikan". Namun, Davis membela proses reality show yang berani ini dengan menyebutnya sebagai "versi dewasa dari The Bachelor".

Kelompok pria—yang dijuluki "dad-chelors"—antre untuk memiliki bayi bersama Kristy termasuk seorang dokter, petugas pemadam kebakaran, hingga pegulat profesional. Butuh waktu 18 bulan bagi produsen acara untuk menemukan konsep reality show ini karena persyaratan yang ketat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
Angkat Bicara Soal Deportasi...
Angkat Bicara Soal Deportasi Abdul Karim, Kemlu: Tak Pengaruhi Dukungan untuk Palestina
AS Akui Rudal Iran Makin...
AS Akui Rudal Iran Makin Canggih, Gagal Dicegat Sistem Pertahanan
Rekomendasi
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
Infografis
15 Perang yang Melibatkan...
15 Perang yang Melibatkan Tentara AS, Pernah Kalah karena 60.000 Pasukan Tewas Sia-sia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved