Mantan Penasihat Sebut Boris Johnson Bohong Soal Penanganan Covid-19 Inggris

Senin, 24 Mei 2021 - 04:01 WIB
loading...
Mantan Penasihat Sebut...
Dominic Cummings menuduh Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson berbohong tentang mengejar strategi kekebalan kawanan ketika pandemi pertama kali melanda. Foto/REUTERS
A A A
LONDON - Dominic Cummings menuduh Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson berbohong tentang mengejar strategi kekebalan kawanan ketika pandemi pertama kali melanda. Tuduhan Cummings datang hanya beberapa hari jelang dengar pendapat yang sangat ditunggu-tunggu tentang tanggapan virus Corona Inggris.

Cummings adalah salah satu mantan penasihat utama Johnson. Dia dipecat pada akhir tahun lalu dan baru-baru ini terlibat dalam perang kata-kata dengan Downing Street, yang menuduhnya membocorkan percakapan dan dokumen internal ke media.

Dia dijadwalkan bertemu komite terpilih House of Commons untuk kesehatan dan sains tengah pekan ini. Di mana, dalam pertemuan itu Cummings akan memberikan bukti kepada komite mengenai penanganan Covid-19 pemerintah Inggris.

Dirinya mengaku memiliki dokumen penting yang akan mengungkap penanganan pandemi oleh pemerintah ketika Covid-19 pertama kali terdeteksi di Inggris pada awal tahun 2020. Baca juga: Harga yang Harus Dibayar Sultan Abdul Hamid II Menolak Keinginan Yahudi

Melalui akun Twitternya, Cummings menuturkan bahwa pemerintah awalnya bermaksud untuk mengobati virus seperti flu dan mengejar strategi kekebalan kawanan dengan membangun pertahanan alami. Johnson telah membantah bahwa itu pernah menjadi rencana resmi.

"No10 memutuskan untuk berbohong. Sangat bodoh dan etika yang mengerikan, untuk berbohong tentang itu. Kekebalan kelompok pada September 2020 secara harfiah merupakan rencana resmi," kicaunya, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (24/5/2021).

“Garis yang benar dan apa yang Perdana Menteri ketahui adalah benar: rencana awal kami salah dan kami berubah ketika kami menyadarinya,” sambungnya. Baca juga: Butterbeer Harry Potter Akan Hadir di KEK MNC Lido City?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Inggris Sekarang Tanpa...
Inggris Sekarang Tanpa Kapal Selam Serang Nuklir Aktif, Jadi Tak Berdaya Melawan Rusia
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Ayah dan Anak Diselamatkan...
Ayah dan Anak Diselamatkan Setelah 4 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Pasca-gempa Venezuela
Viral! Pesawat Boeing...
Viral! Pesawat Boeing 777-200 Qatar Airways Terbang Sangat Rendah, ternyata...
Rekomendasi
Dana Pemerintah Rp281...
Dana Pemerintah Rp281 Triliun Dijamin Parkir di Bank BUMN hingga Desember 2026
Nonton Jazz Gunung 2026...
Nonton Jazz Gunung 2026 Nggak Pake Mahal, Ada Diskon Tiket 40% Pakai BRImo!
Penasaran dengan Isi...
Penasaran dengan Isi Kakbah yang dijadikan Kiblat Salat? Simak Penjelasannya di Sini!
Berita Terkini
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Setelah Mundur, PM Inggris...
Setelah Mundur, PM Inggris Starmer Incar Sekjen NATO
Bantah Militernya Melemah,...
Bantah Militernya Melemah, Iran Klaim Selalu Membuat Terobosan yang Tak Diprediksi Musuh
Setelah Saling Serang,...
Setelah Saling Serang, AS dan Iran Sepakat Menahan Diri, Ternyata Ini Pemicunya!
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Infografis
2.000 Mantan Tentara...
2.000 Mantan Tentara Afghan Tidak Dapat Suaka ke Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved