Oposisi Israel: Hamas Memenangkan Perang Media Barat Liberal

Jum'at, 21 Mei 2021 - 23:01 WIB
loading...
A A A
"Hamas harus dilemahkan pada skala militer dan sipil. Di tingkat militer, Israel harus mengarahkan serangan kejam setiap kali Hamas mencoba untuk bertindak, di samping menerapkan kebijakan tanpa toleransi terhadap gerakan tersebut, termasuk pembunuhan terhadap pemimpin gerakannya. Di tingkat politik, tekanan terus-menerus harus dilakukan melalui kerja sama dengan penduduk lokal," ujar dia.

Lapid menjelaskan, "Kita harus menciptakan situasi di mana rakyat Gaza kehilangan sesuatu. Modelnya adalah Lebanon.”

“Alasan utama di balik kehati-hatian Hizbullah untuk tidak terlibat dalam konfrontasi langsung dengan kita adalah kenyataan bahwa dalam perang Lebanon kedua kita menyerang infrastruktur Lebanon tanpa ampun,” ungkap dia.

Menurut dia, “Nasrallah tahu bahwa jika mereka menghadapi kita, pelabuhan Beirut, bandara, industri lokal dan pusat bisnis akan berubah menjadi awan debu dan api.”

“Hizbullah, seperti halnya Hamas, bukan hanya organisasi teroris tetapi juga gerakan politik, yang berarti bahwa mereka tidak ingin seluruh penduduk Lebanon berbalik melawan mereka karena konfrontasi yang menghancurkan dengan Israel. Model serupa harus diterapkan di Gaza juga," ujar dia.

Gencatan senjata terjadi di Gaza pada pukul 2 pagi waktu setempat. Tidak ada syarat yang ditetapkan untuk gencatan senjata, menurut laporan media.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Presiden Jerman Akan...
Presiden Jerman Akan Kunjungi Jakarta 15 Juni, Boyong Delegasi Bisnis dan Peneliti
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Lansia 70 Tahun di PIK...
Lansia 70 Tahun di PIK Nyaris Diculik, Pelaku Kini Diburu Polisi
Berita Terkini
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved