Pakar: Dunia Mungkin Tak Siap Hadapi Serangan Virus Lain di Masa Depan

Senin, 20 April 2020 - 04:10 WIB
loading...
A A A
"Itu hanya menjadi subjek yang sangat rumit dalam hal jumlah uang yang akan dialokasikan dan jumlah kemauan untuk membelanjakan uang untuk sesuatu yang tampaknya tidak melakukan apa-apa. Dan kemudian itu dibutuhkan, tetapi itu hanya dibutuhkan sekali setiap 15 tahun. Jadi, ini adalah salah satu topik yang sulit. Jadi saya akan mengatakan mungkin, kita tidak bisa melindungi diri kita sendiri dengan baik," sambungnya.

Naomi kemudian menjelaskan kemungkinan asal mula penyebaran Covid-19. Dirinya menuturkan, mengingat bahwa dunia telah menyaksikan memiliki dua lompatan besar virus Corona ke manusia dalam bentuk SARS dan MERS asli dalam 15 tahun terakhir, penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa itu mungkin lompatan lain dari virus Corona mamalia menjadi manusia.

Namun, Naomi menyebut, bagaimana lompatan itu bisa terjadi masih coba diungkap oleh para peneliti. Dia mengatakan, ada beberapa bukti bahwa itu mungkin pangolin, atau virus yang terkait dengan pangolin.

"Tetapi sebenarnya saya baru saja melihat berita, saya belum membaca koran, menyarankan bahwa mungkin saja anjing memakan daging kelelawar yang dapat memungkinkan virus untuk melompat ke anjing dan kemudian beredar pada anjing, beradaptasi dengan anjing, dan kemudian lompat ke manusia," ujarnya.

"Jadi, menurut pendapat saya sebagai ahli virus, penjelasan yang paling mungkin adalah persimpangan antara virus endemik, virus yang menular di lingkungan, dan manusia dari jenis yang memungkinkan virus untuk masuk ke kita," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Ungkap Kelompok...
Iran Ungkap Kelompok Garis Keras yang Sesat Tembaki Kapal untuk Rusak Negosiasi dengan AS
Trump Ungkap 1.000 Rudal...
Trump Ungkap 1.000 Rudal Diarahkan ke Iran Jika Dia Dibunuh
Rusia Terbuka Jika Turki...
Rusia Terbuka Jika Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA
Iran Tegaskan Siap untuk...
Iran Tegaskan Siap untuk Pertahanan Skala Penuh, Trump Sebut Gencatan Senjata Berakhir
Bicara dengan Presiden...
Bicara dengan Presiden Iran, PM Pakistan Desak AS dan Iran Komitmen pada Pakta Perdamaian
Trump Klaim Iran Minta...
Trump Klaim Iran Minta Lanjutkan Pembicaraan dan AS Setuju
Permintaan Minyak Global...
Permintaan Minyak Global Diramal Turun Tajam di 2026, Terburuk sejak Pandemi Covid-19
Hilang dari Radar, Pesawat...
Hilang dari Radar, Pesawat Boeing 737 Ditemukan Hancur di Laut Arab
Pesawat Cessna Jatuh...
Pesawat Cessna Jatuh di Hutan, 10 Orang Tewas
Rekomendasi
Pesan Komisi III DPR...
Pesan Komisi III DPR ke Plt Jampidsus Rudi Margono: Tugas Anda Berat
Tak Sekadar Hilangkan...
Tak Sekadar Hilangkan Bau Badan, Deodoran Tawas Dorong Gaya Hidup Sehat
Kejagung: Dugaan Pelanggaran...
Kejagung: Dugaan Pelanggaran Etik Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Bakal Diproses
Berita Terkini
8 Fakta Menarik tentang...
8 Fakta Menarik tentang Norwegia, Negara Paling Bahagia dan Matahari Tak Terbenam di Musim Panas
Deretan 66 Negara yang...
Deretan 66 Negara yang Memiliki UU Melarang LGBT
Mojtaba Janji Balas...
Mojtaba Janji Balas Dendam atas Darah Tak Bersalah Ayahnya
Pecahkan Rekor! 10 Juta...
Pecahkan Rekor! 10 Juta Orang Hadiri Upacara Pemakaman Khamenei
Mengapa Turki Jual Sistem...
Mengapa Turki Jual Sistem Pertahanan Udara S-400 ke UEA? Ini Alasan Utamanya
Iran Akui Melakukan...
Iran Akui Melakukan Kesalahan Menembaki Kapal Tanker di Selat Hormuz
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved