Pakar: Dunia Mungkin Tak Siap Hadapi Serangan Virus Lain di Masa Depan

Senin, 20 April 2020 - 04:10 WIB
loading...
Pakar: Dunia Mungkin...
Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Ahli Virologi dari Universitas Keele, Naomi Forrester-Soto menuturkan, dunia mungkin masih tidak akan siap jika kembali mendapatkan serangan virus di masa depan. Alasannya, sulit memprediksi virus apa yang akan muncul dan seberapa berbahaya virus tersebut.

"Sangat sulit untuk memprediksi virus mana yang akan muncul. Kami biasanya terkejut, virus Corona mungkin seharusnya bisa diprediksi, mengingat keberadaan Sars dan Mers. Tapi sering kali itu yang tidak Anda harapkan, karena itu yang tidak Anda cari yang tiba-tiba muncul," kata Naomi, seperti dilansir Sputnik.

Dia mengatakan, setiap kali manusia berinteraksi dengan lingkungan alami, virus akan melompat, tapi sebagian besar hanya akan menemui jalan buntu. Di mana, virus itu akan melompat ke manusia, tetapi tidak dapat menularkannya ke manusia lain.

Jadi, jelasnya, hanya satu atau dua orang yang akan terinfeksi dan virus itu akan mati dengan sendirinya di tubuh manusia.

"Satu-satunya cara (menghadapi penyebaran virus) adalah memiliki sistem pengawasan yang sangat bagus. Sayangnya, orang merasa puas ketika tidak ada yang terjadi, pengawasan menjadi lebih rendah pada daftar prioritas, jadi kami melakukan lebih sedikit pengawasan," ucapnya.

"Itu hanya menjadi subjek yang sangat rumit dalam hal jumlah uang yang akan dialokasikan dan jumlah kemauan untuk membelanjakan uang untuk sesuatu yang tampaknya tidak melakukan apa-apa. Dan kemudian itu dibutuhkan, tetapi itu hanya dibutuhkan sekali setiap 15 tahun. Jadi, ini adalah salah satu topik yang sulit. Jadi saya akan mengatakan mungkin, kita tidak bisa melindungi diri kita sendiri dengan baik," sambungnya.

Naomi kemudian menjelaskan kemungkinan asal mula penyebaran Covid-19. Dirinya menuturkan, mengingat bahwa dunia telah menyaksikan memiliki dua lompatan besar virus Corona ke manusia dalam bentuk SARS dan MERS asli dalam 15 tahun terakhir, penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa itu mungkin lompatan lain dari virus Corona mamalia menjadi manusia.

Namun, Naomi menyebut, bagaimana lompatan itu bisa terjadi masih coba diungkap oleh para peneliti. Dia mengatakan, ada beberapa bukti bahwa itu mungkin pangolin, atau virus yang terkait dengan pangolin.

"Tetapi sebenarnya saya baru saja melihat berita, saya belum membaca koran, menyarankan bahwa mungkin saja anjing memakan daging kelelawar yang dapat memungkinkan virus untuk melompat ke anjing dan kemudian beredar pada anjing, beradaptasi dengan anjing, dan kemudian lompat ke manusia," ujarnya.

"Jadi, menurut pendapat saya sebagai ahli virus, penjelasan yang paling mungkin adalah persimpangan antara virus endemik, virus yang menular di lingkungan, dan manusia dari jenis yang memungkinkan virus untuk masuk ke kita," tukasnya.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Tak Hanya Elon Musk,...
Tak Hanya Elon Musk, Kekayaan Pangeran Saudi Ikut Melonjak Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Menag: Insentif Guru...
Menag: Insentif Guru Madrasah Non-ASN Akan Cair Akhir Juni 2026
Mensos: Rekrutmen Guru...
Mensos: Rekrutmen Guru Sekolah Rakyat 2026 Capai 5.000 Orang
Cornelio Sunny Ungkap...
Cornelio Sunny Ungkap Alasan Somasi Keluarga Ratu Sofya, Singgung Pelanggaran Privasi
Berita Terkini
Ini Teks Resmi 14 Poin...
Ini Teks Resmi 14 Poin Kesepakatan Damai AS dan Iran
Kesepakatan Iran Mencakup...
Kesepakatan Iran Mencakup Dana Rp5.327 Triliun, Setengahnya Sudah Jadi Komitmen
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Israel Danai Pemukim...
Israel Danai Pemukim Ekstremis, Bayar Rp34 Miliar Per Bulan
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
Infografis
10 Negara dengan Pria...
10 Negara dengan Pria Tertampan di Dunia, Siap Bikin Jatuh Hati!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved