Israel Terus Bombardir Gaza, RI Diharapkan Desak PBB Terjunkan Pasukan Perdamaian

Jum'at, 14 Mei 2021 - 16:06 WIB
loading...
Israel Terus Bombardir...
Hanadi Tower, menara tempat tinggal warga Palestina di Gaza, runtuh dalam sekejap setelah dibombardir jet tempur Israel, Selasa (11/5/2021). Foto/Ashraf Amra/Anadolu Agency
A A A
JAKARTA - Anggota DPR Indonesia, Sukamta, berharap pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendesak PBB untuk menerjukan pasukan perdamaian di Jalur Gaza, Palestina . Sebab, militer Israel terus membombardir Gaza dan kelompok Hamas juga menembakkan banyak roket ke negara rezim Zionis.

Data dari Kementerian Kesehatan Palestina pada Jumat (14/5/2021) siang menunjukkan jumlah korban tewas akibat serangan militer Zionis di Gaza mencapai 115 orang termasuk puluhan anak. Korban luka mencapai sekitar 600 orang.

Baca juga: Perang dengan Hamas Memanas, 120 Personel Militer AS Hengkang dari Israel

Di pihak Israel, tujuh orang tewas termasuk seorang tentara militer, enam warga sipil setempat dan seorang warga India. Korban luka juga mencapai ratusan orang.

Sukamta, anggota Komisi 1 DPR RI, menyatakan keprihatinan yang mendalam atas jatuhnya korban dari rakyat sipil.

”Jika tensi konflik antara Israel dan Palestina yang semakin menguat, ini akan menyebabkan situasi semakin tidak terkendali dan bisa mengarah kepada perang terbuka. Jika ini terjadi, maka bisa dipastikan akan semakin banyak jatuh korban dari kalangan warga sipil. Sebagaimana saat agresi militer Israel ke wilayah Gaza pada tahun 2014, menewaskan 2.251 warga Palestina,” katanya.

Sukamta berharap pemerintah Indonesia untuk sekuat tenaga mendesak PBB menerjunkan pasukan perdamaian untuk mencegah terjadinya konflik yang lebih luas antara Israel dan Palestina.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
WSIS Prizes 2026 PBB:...
WSIS Prizes 2026 PBB: Dua Program Digitalisasi Kemendikdasmen Diakui Dunia
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
Putri Bajrakitiyabha...
Putri Bajrakitiyabha Meninggal Dunia, Thailand Umumkan Masa Berkabung Nasional
Rekomendasi
Lagi-lagi Akio Toyoda...
Lagi-lagi Akio Toyoda Serang Mobil Listrik, Kali Ini Berikut Penyebabnya
Eropa Wajibkan Pelabelan...
Eropa Wajibkan Pelabelan Konten yang Dihasilkan AI
PB LEMKARI Gelar Kongres...
PB LEMKARI Gelar Kongres Luar Biasa 2026, Sempurnakan Nama dan Logo Organisasi
Berita Terkini
Swedia: Konflik Rusia-NATO...
Swedia: Konflik Rusia-NATO Bisa Pecah dalam Waktu Dekat
AS Habisi Bos Geng Tren...
AS Habisi Bos Geng Tren de Aragua, Markasnya di Venezuela Dibom hingga Berkeping-keping
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
Infografis
Kapal Bantuan Gaza Dibom...
Kapal Bantuan Gaza Dibom Israel di Perairan Internasional
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved