Jumat, DK PBB Gelar Pertemuan Soal Konflik Israel-Palestina

Kamis, 13 Mei 2021 - 17:38 WIB
loading...
Jumat, DK PBB Gelar...
DK PBB akan menggelar pertemuan membahas konflik Israel-Palestina pada Jumat. Foto/Ilustrasi
A A A
NEW YORK - Tunisia, Norwegia dan China telah meminta agar Dewan Keamanan (DK) PBB menggelar pertemuan darurat pada hari Jumat terkait permusuhan yang memburuk antara Israel dan Palestina . Pertemuan itu digelar meski ada perlawanan dari Amerika Serikat (AS) yang menginginkan agar badan tersebut mengambil peran dalam konflik tersebut.

"Pertemuan itu akan terbuka untuk umum dan akan mencakup partisipasi Israel dan Palestina," kata para diplomat kepada AFP yang dilansir Al Arabiya, Rabu (13/5/2021).

DK PBB telah mengadakan dua konferensi video tertutup sejak Senin lalu, dengan AS - sekutu dekat Israel - menentang adopsi deklarasi bersama, yang dikatakan tidak akan "membantu menurunkan" situasi.

Menurut seorang diplomat yang berbicara tanpa menyebut nama, gagasan pertemuan ketiga dalam waktu kurang dari seminggu didorong oleh Palestina.

"Tujuan dari pertemuan baru adalah untuk mencoba berkontribusi pada perdamaian dan agar Dewan Keamanan dapat mengekspresikan dirinya dan menyerukan gencatan senjata," tegas diplomat lain yang berbicara tanpa menyebut nama.

Israel telah menolak untuk mengizinkan Dewan Keamanan terlibat dalam konflik, permintaan yang sejauh ini disetujui Washington, kata para diplomat kepada AFP.

Menurut beberapa sumber, 14 dari 15 anggota Dewan mendukung adopsi deklarasi bersama pada Rabu pagi yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan.

Akan tetapi, Amerika Serikat melihat pertemuan DK PBB cukup sebagai sebuah pernyataan keprihatinan, menyebut pernyataan itu "kontraproduktif," kata para diplomat kepada AFP tanpa menyebut nama.



Sebagai tanda frustrasi setelah tindakan AS untuk memblokir pernyataan DK PBB, empat anggota Dewan dari Eropa - Norwegia, Estonia, Prancis, dan Irlandia - mengeluarkan pernyataan bersama mereka sendiri pada Rabu malam.
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Lawan Trump, Kanada...
Lawan Trump, Kanada Sumpah akan Memimpin Dunia
10 Negara Sahabat Amerika...
10 Negara Sahabat Amerika Serikat, Mayoritas Anggota NATO
Siapa Walid Ahmad? Remaja...
Siapa Walid Ahmad? Remaja Palestina yang Tewas di Penjara Israel Dikenal Pencetak Gol Terbanyak di Timnya
10 Negara yang Kena...
10 Negara yang Kena Tarif Impor Trump Terbesar, Mayoritas Negara-negara Asia
Ini 3 Negara Musuh AS...
Ini 3 Negara Musuh AS yang Tidak Terkena Tarif Impor Trump, Kok Bisa?
4 Negara Islam yang...
4 Negara Islam yang Terdampak Tarif Impor AS Terbesar, Nomor 2 Pernah Diinvasi
Ayah Elon Musk Ungkap...
Ayah Elon Musk Ungkap Putra Kesayangannya Kagumi Putin
AS Larang Personel Diplomatik...
AS Larang Personel Diplomatik di China Berhubungan Asmara dengan Warga Lokal
Dimakzulkan sebagai...
Dimakzulkan sebagai Presiden Korsel, Begini Komentar Yoon Suk Yeol
Rekomendasi
Pangeran William Sewa...
Pangeran William Sewa Pengacara Perceraian, Rumah Tangga dengan Kate Middleton Retak?
8 Hal yang Membatalkan...
8 Hal yang Membatalkan Salat, Nomor Terakhir Tidak Tuma'ninah
Raja Charles III Diminta...
Raja Charles III Diminta Turun Takhta dan Menyerahkan Mahkota ke Pangeran William
Berita Terkini
Lawan Trump, Kanada...
Lawan Trump, Kanada Sumpah akan Memimpin Dunia
34 menit yang lalu
Abu Ubaidah: Tawanan...
Abu Ubaidah: Tawanan dalam Bahaya jika Israel Menolak Negosiasi
1 jam yang lalu
10 Negara Sahabat Amerika...
10 Negara Sahabat Amerika Serikat, Mayoritas Anggota NATO
3 jam yang lalu
Siapa Abdullah Al Sabah?...
Siapa Abdullah Al Sabah? PM Kuwait yang Sempat Dituduh Masuk Kristen
4 jam yang lalu
4 Alasan Uni Eropa Masih...
4 Alasan Uni Eropa Masih Butuh NATO, Salah Satunya Rusia Jadi Ancaman
5 jam yang lalu
Siapa Walid Ahmad? Remaja...
Siapa Walid Ahmad? Remaja Palestina yang Tewas di Penjara Israel Dikenal Pencetak Gol Terbanyak di Timnya
6 jam yang lalu
Infografis
PBB Tolak Usulan Trump...
PBB Tolak Usulan Trump Relokasi Warga Palestina ke Luar Gaza
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved