Intel Israel Teror Warga Palestina dengan Pesan Ancaman

Rabu, 12 Mei 2021 - 22:32 WIB
loading...
Intel Israel Teror Warga...
Sejumlah warga Palestina menerima pesan berisi ancaman dari intelijen Israel. Foto/Al Araby
A A A
YERUSALEM - Aktivis Palestina telah melaporkan menerima pesan berisi ancaman di ponsel mereka dari intelijen Israel setelah aksi protes di Masjid al-Aqsa ditindas secara brutal.

Lebih dari 700 warga Palestina terluka sejak Jumat lalu dalam gelombang kekerasan di Masjid al-Aqsa dan bagian lain dari Yerusalem Timur yang diduduki Israel di tangan para pemukim dan polisi Israel.

Pasukan Israel menyerbu kompleks Masjid al-Aqsa selama tiga hari berturut-turut akhir pekan ini, menyerang jamaah dengan peluru baja berlapis karet dan gas air mata.

Pada hari Senin, rumah sakit Yerusalem mengumumkan bahwa mereka telah penuh saat korban Palestina mencapai puncaknya.

Baca juga: Al Aqsa Membara, Pemuda Yerusalem: Diam Bukan Lagi Pilihan

Selain kekerasan yang sedang berlangsung, intelijen militer Israel telah mulai mengirimkan pesan bernada ancaman keponsel warga Palestina. Kemungkinan besar pesan itu dikirim menggunakan sistem GPS untuk menentukan lokasi mereka secara geografis.

"Hai! Anda telah diidentifikasi terlibat dalam aksi kekerasan di Masjid Al-Aqsa. Anda akan dimintai pertanggungjawaban. Intelijen militer Israel," bunyi sms itu seperti dikutip dari Al Araby, Rabu (12/5/2021).



Omar Khamaisi, pengacara hak asasi dari Mizan Foundation for Human Rights, membenarkan bahwa banyak warga Palestina yang tidak menghadiri aksi protes di Yerusalem menerima pesan teks tersebut.

"Beberapa orang yang hadir atau tidak hadir di Masjid al-Aqsa di Yerusalem yang diduduki dalam beberapa hari terakhir telah dikirimi pesan yang mengintimidasi dan mengancam dari intelijen Israel," katanya.

Baca juga: Yerusalem Membara, Dua Wanita Tewas dalam Serangan Roket Palestina di Israel

"Teks tersebut memberi tahu mereka bahwa mereka diduga telah berpartisipasi dalam tindakan kekerasan di Masjid al-Aqsa, mengancam akan meminta pertanggungjawaban mereka," imbuhnya.

Tindakan Israel terhadap warga Palestina dalam beberapa pekan terakhir telah dikecam secara luas oleh kelompok hak asasi manusia dan politisi.

Amnesty International pada hari Senin mengecam kekerasan Israel dan pengusiran paksa warga Palestina dari rumah mereka di Yerusalem Timur yang diduduki.

Organisasi hak asasi itu mengeluarkan siaran pers pada hari Senin sebagai reaksi terhadap krisis yang sedang berlangsung di lingkungan Sheikh Jarrah dan di kompleks Masjid al-Aqsa.

Baca juga: Al Aqsa Membara, Hamas Serukan Arab Saudi dan Iran Bersatu

Dikatakan laporan saksi dan bukti foto yang dikumpulkan oleh Amnesty International mengindikasikan pemerintah Israel telah melancarkan serangan kekerasan di al-Aqsa dan serangan tak beralasan terhadap demonstran damai di Sheikh Jarrah.

"Bukti…mengungkapkan pola mengerikan dari pasukan Israel yang menggunakan kekerasan dan kekerasan ceroboh terhadap sebagian besar pengunjuk rasa Palestina yang damai dalam beberapa hari terakhir," ujar Wakil direktur Timur Tengah dan Afrika Utara Saleh Higazi.

"Kekerasan terbaru membawa fokus tajam kampanye berkelanjutan Israel untuk memperluas permukiman ilegal Israel dan meningkatkan penggusuran paksa penduduk Palestina - seperti yang ada di Sheikh Jarrah - untuk memberi jalan bagi pemukim Israel," imbuhnya.

Hijazi mengatakan rencana pengusiran keluarga Palestina dari rumah mereka di Sheikh Jarrah untuk memberi jalan bagi pemukim Israel secara mencolok melanggar hukum perang internasional dan akan menjadi kejahatan perang.

Baca juga: Pastor Palestina Serukan Umat Kristiani Lindungi Masjid Al Aqsa
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Eks Presiden Korsel...
Eks Presiden Korsel Divonis 30 Tahun Penjara Terkait Operasi Drone ke Korut
Trump Ungkap Heli Tempur...
Trump Ungkap Heli Tempur Apache AS Ditembak Jatuh Iran Pakai Drone
Rekomendasi
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Tipis, Segram Jadi Rp2,71 Juta
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi...
HUT ke-6 LAFKI, Transformasi Kesehatan Tak Boleh Hanya Terjadi di Atas Kertas
Hasil ONMIPA-PT 2026:...
Hasil ONMIPA-PT 2026: ITB Raih Juara Umum, Ini Daftar Lengkap Peraih Medali
Berita Terkini
Dunia Segara Akan Dengar...
Dunia Segara Akan Dengar Gema Kemenangan Iran
Hamas Peringatkan Israel...
Hamas Peringatkan Israel Perluas Garis Kuning Gaza untuk Gagalkan Perundingan Gencatan Senjata
Trump Cari Jalan Keluar...
Trump Cari Jalan Keluar Secepatnya untuk Hindari Dampak Politik dan Ekonomi Perang Iran
2 Pemain Sepak Bola...
2 Pemain Sepak Bola Brasil Masuk Daftar Pembunuhan oleh Situs Ukraina
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Infografis
6 Strategi Iran Memperpanjang...
6 Strategi Iran Memperpanjang Durasi Perang dengan AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved