Al Aqsa Membara, Hamas Serukan Arab Saudi dan Iran Bersatu

loading...
Al Aqsa Membara, Hamas Serukan Arab Saudi dan Iran Bersatu
Hamas menyerukan Arab Saudi dan Iran bersatu di tengah tindakan brutal Israel di Masjid al-Aqsa. Foto/Ilustrasi
YERUSALEM - Kelompok gerakan Islam Palestina , Hamas , menyerukan persatuan antara dua arch rival Iran dan Arab Saudi . Diharapkan diplomasi mereka baru-baru ini akan berkembang menjadi dukungan regional yang lebih kuat untuk Palestina yang terlibat dalam eskalasi tajam dalam konflik selama puluhan tahun dengan Israel , yang mengeluarkan ancaman terhadap musuh mana pun yang ingin bergabung dalam konflik yang terus meningkat ini.

Seperti diketahui Iran dan Arab Saudi dilaporkan telah melakukan pembicaraan secara diam-diam. Kedua negara memutuskan hubungan pada awal 2016 di tengah perselisihan atas eksekusi seorang ulama Syiah oleh Arab Saudi, yang sebagian besar Sunni, atas tuduhan terorisme dan pembakaran kedutaan Riyadh di Iran yang mayoritas Muslim Syiah.

Kemungkinan pemulihan hubungan bisa berarti penurunan dalam perselisihan pengaruh di seluruh wilayah dan kalibrasi ulang prioritas utama mereka. Di mata Hamas, itu juga bisa berarti fokus bersama pada perjuangan Palestina pada saat kekacauan meningkat dan pengaruh politik berkurang karena lebih banyak negara Arab menjalin hubungan dengan Israel.



Baca juga: Arab Saudi Resmi Akui Berunding dengan Iran, Hasil Masih Terlalu Dini

"Kami berharap pembicaraan (antara Iran dan Arab Saudi) akan berhasil, dan kami berharap ini akan membantu menstabilkan Iran dan seluruh kawasan," kata juru bicara Hamas.

"Ini pasti akan membantu meningkatkan solidaritas dengan Palestina," imbuhnya seperti dikutip dari Newsweek, Selasa (11/5/2021).

Tetapi ketika Hamas berusaha untuk melenturkan hubungan internasionalnya dengan seruan dari Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, IDF mengeluarkan peringatan kepada musuh mana pun yang mempertimbangkan untuk bergabung dengan pasukan paramiliter Palestina yang menembakkan roket ke Israel.

"Kami siap untuk berbagai skenario. Dan seperti yang kami lihat sebelumnya, kami melihat serangan oleh Hamas ini sebagai serangan yang sangat parah, dan kami bermaksud meminta pertanggungjawaban mereka atas agresi mereka terhadap Israel," ujar juru bicara IDF Letnan Kolonel Jonathan Conricus kata Newsweek.

"Dan saya benar-benar tidak merekomendasikan musuh kita untuk bergabung dengan Hamas, karena mereka akan menerima jenis serangan yang sama terhadap infrastruktur militer yang sekarang diterima dan akan diterima Hamas," ancamnya.

Hamas dan kelompok Jihad Islam Palestina yang berbasis di Gaza telah meluncurkan 200 roket ke Israel yang menargetkan kota-kota dan permukiman Israel. Serangan roket itu sebagai respons atas kebrutalan tentara Israel di Masjid al-Aqsa yang dihormati di Yerusalem. Operasi itu dilakukan di tengah lonjakan kerusuhan seputar upaya untuk mengusir keluarga Palestina yang tinggal di lingkungan Sheikh Jarrah.



Baca juga: Israel Diserang Ratusan Roket Gaza, Isyaratkan Akan Perang Besar-besaran

Peristiwa tersebut telah memicu penyelarasan di seluruh wilayah, termasuk dari Turki dan Iran, yang keduanya mempublikasikan panggilan dengan kepala politik Hamas Ismail Haniyeh pada hari Senin, serta dari seluruh Dunia Arab, termasuk Arab Saudi yang berpengaruh.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top