Takut Kotanya Jadi Target Bom, Warga Norwegia Protes Kehadiran Kapal Selam AS

Selasa, 11 Mei 2021 - 22:10 WIB
loading...
A A A
"Saya telah menunjukkan perlawanan terhadap apa yang terjadi di sini sekarang, karena jika kecelakaan terjadi, konsekuensinya belum diperhitungkan. Kami prihatin dengan mereka yang tinggal di dekatnya," kata pengunjuk rasa Brage Skrede Kyllo kepada NRK.

Baca juga: Bersitegang dengan Prancis, London Kirim Kapal Patroli ke Selat Inggris

Seorang juru bicara markas operasional Angkatan Bersenjata Norwegia, Elisabeth Eikeland, mengatakan dia memahami bahwa beberapa pihak mungkin skeptis. Meski begitu, ia tetap menyuarakan keyakinannya bahwa operasi tersebut akan berjalan sesuai rencana.

Dia juga mereferensikan Doktrin Bratelli 1975 yang prasyaratnya adalah bahwa sekutu - termasuk AS, yang dia sebut "yang paling dekat" - tidak membawa senjata nuklir ke Norwegia.

Awal musim semi ini, analisis setebal 80 halaman oleh Angkatan Bersenjata Norwegia menilai kecelakaan nuklir sebagai skenario yang tidak mungkin. Namun, seandainya hal itu terjadi, akibatnya digambarkan sebagai kematian, kerusakan kesehatan seiring waktu, atau bahaya radioaktif terhadap alam dan lingkungan.

Menteri Pertahanan Norwegia, Frank Bakke-Jensen, menekankan bahwa pemerintah tidak akan pernah memilih pelabuhan di Tromso jika mereka memiliki keraguan sedikit pun tentang keamanan.

Baca juga: Taiwan dan Jepang Kerja Sama Lacak Kapal Perang China
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Perang di Iran Telah...
Perang di Iran Telah Telan Biaya Rp671 Triliun, Menhan AS Minta Dana Tambahan
Menteri Radikal Israel...
Menteri Radikal Israel Ben Gvir Ingin Hancurkan Tepi Barat seperti Gaza
Rekomendasi
Legislator Golkar: Ratifikasi...
Legislator Golkar: Ratifikasi Perjanjian Dagang Harus Berdampak Nyata bagi UMKM dan Industri
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Berita Terkini
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Ini Perceraian Termahal...
Ini Perceraian Termahal Abad Ini! Nilainya Capai Rp11 Triliun
Houthi dan Arab Saudi...
Houthi dan Arab Saudi Saling Serang, Ini 5 Pemicunya
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved