Tragedi KRI Nanggala-402 Ungkap Realitas Menyakitkan dari Operasi Penyelamatan Internasional

Senin, 10 Mei 2021 - 02:00 WIB
loading...
A A A
Ini meminta pengaturan antara Angkatan Laut Republik Singapura dan Angkatan Laut Indonesia Mengenai Dukungan dan Kerja Sama Penyelamatan Kapal Selam yang ditandatangani pada tahun 2012.

"Pihak berwenang Indonesia sepenuhnya memahami prioritas utama untuk segera menemukan kapal selam yang hilang dan melakukan upaya penyelamatan bagi para penyintas di dalamnya," jelasnya.

Baca: Pasca-KRI Nanggala Tenggelam, PKS Desak Pemerintah Modernisasi Alutsista

"Ini sangat kontras dengan reaksi awal Moskow. Ketika kapal selam Rusia Kursk hilang pada Agustus 2000, Rusia menentang bantuan asing dengan alasan keamanan nasional sampai terlambat untuk melakukan penyelamatan yang berarti bagi para penyintas yang terperangkap," ujarnya.

"Tanggapan internasional atas permintaan bantuan Jakarta juga datang secepatnya - dengan Australia, India, Malaysia, dan Amerika Serikat di antara pemerintah asing yang mengirimkan aset," sambungnya, seperti dilansir Channel News Asia.

Sementara penyelamatan kini telah berubah menjadi operasi pemulihan, karena berita yang menghancurkan atas KRI Nanggala, insiden tersebut dengan tepat menunjukkan kegunaan prosedur tanggap darurat kapal selam internasional yang sudah mapan.

Mungkin lebih tepatnya, ini menyoroti kegunaan kerjasama regional - seperti terlihat dalam curahan dukungan dan tawaran bantuan.

Baca: Wakil KSAL Berharap Indonesia Punya Banyak Kapal Selam
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Tetangga Indonesia Ini...
Tetangga Indonesia Ini Beli Lagi 24 Rudal Canggih Hellfire AS, Harganya Rp401 Miliar
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Selat Hormuz Bergejolak...
Selat Hormuz Bergejolak Lagi, Iran Serang Kapal Berbendera Singapura
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
Indonesia Hadirkan 30...
Indonesia Hadirkan 30 Instalasi Seni di Flower Dome Singapura, Tampilkan Pesona Nusantara
Kebakaran Bar Bangkok...
Kebakaran Bar Bangkok Tewaskan 27 Orang, Kemlu: Tidak Ada Korban WNI
Ingin Ambil Alih Selat...
Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Adalah Malaikat Pelindung
Rekomendasi
Resmi, Harga BBM Solar...
Resmi, Harga BBM Solar Khusus Nelayan Dipatok Rp15.000 per Liter
Polisi Tetapkan Pengirim...
Polisi Tetapkan Pengirim Teror Bom SDN Srengseng Sawah sebagai Tersangka
Rawat Toleransi, Rampeani...
Rawat Toleransi, Rampeani Rachman Perindo Realisasikan Aspirasi Jemaat Gereja di Mimika
Berita Terkini
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
Trump Akan Palaki Kapal...
Trump Akan Palaki Kapal yang Lewat Selat Hormuz, Bagaimana Aturan Hukum Internasional?
Agen Mossad Pernah Temui...
Agen Mossad Pernah Temui Mahmoud Ahmadinejad di Budapest, Ada Apa Gerangan?
Inggris Semakin Ditekan...
Inggris Semakin Ditekan untuk Kembalikan 31 Ton Emas Venezuela
Apa Itu Gunung Pickaxe?...
Apa Itu Gunung Pickaxe? Lokasi Penyimpanan Senjata Nuklir Iran yang Akan Dihancurkan Trump
Norwegia Diam-diam Gunakan...
Norwegia Diam-diam Gunakan Pengaruhnya untuk Dorong Penangguhan Israel dari FIFA
Infografis
Jalani Operasi, Marc...
Jalani Operasi, Marc Marquez Mundur dari MotoGP 2022
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved