Tragedi KRI Nanggala-402 Ungkap Realitas Menyakitkan dari Operasi Penyelamatan Internasional

Senin, 10 Mei 2021 - 02:00 WIB
loading...
A A A
"Kerja sama internasional dalam tanggap darurat kapal selam akan selalu penting. Militer asing mungkin memiliki kemampuan yang diperlukan yang tidak dimiliki yang bisa menjadi kritis untuk situasi darurat kapal selam apa pun. Tapi, tanggap darurat kapal selam pada dasarnya juga berpacu dengan waktu," ucapnya.

"Dalam hal ini, kerjasama internasional, meskipun penting, memiliki keterbatasan. Ini bisa menjadi tirani jarak geografis antara negara asing mengirim kapal penyelamat kapal selam ke lokasi kecelakaan," sambungnya.

Dia menyebut, bahkan jika sebuah negara asing menerbangkan DSRV ke negara yang bersangkutan, hal ini akan membutuhkan kapal yang memiliki peralatan yang memadai untuk memiliki peluang di pelabuhan terdekat dengan lokasi agar tersedia. Waktu akan dibutuhkan untuk melengkapi kapal ini sebelum penempatan.

Baca: TNI AL Masih Diskusikan Cara Angkat Bangkai KRI Nanggala 402

Ada juga faktor lain yang menghambat upaya tersebut, cuaca dan kondisi laut pada khususnya. Jika ada, jelasnya, kecelakaan KRI Nanggala-402 menunjukkan perlunya operasi kapal selam dan calon angkatan laut untuk lebih serius memikirkan infrastruktur pendukung yang mendukung operasi kapal selam yang aman dan efektif.

Meski begitu, tragedi Nanggala sepertinya tidak akan meredam antusiasme angkatan laut regional untuk mengakuisisi kapal selam.

Selain Indonesia, Malaysia sedang memikirkan untuk memperluas armadanya, Thailand sedang membangun satu dari awal, dan Filipina memiliki rencana kapal selam yang sedang direncanakan. Sudah jelas bahwa kemampuan kapal selam tidak hanya tentang kapal selam itu sendiri.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
Meski Fokus Perang Iran,...
Meski Fokus Perang Iran, AS Tak Akan Berpaling dari Asia Pasifik
Menhan AS Tegaskan Tak...
Menhan AS Tegaskan Tak akan Lagi Subsidi Negara-negara Kaya
Awas! Hantavirus Sudah...
Awas! Hantavirus Sudah Sampai di Singapura, 2 Warga Diisolasi
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Trump: Iran Sudah Tamat!
Trump: Iran Sudah Tamat!
Rekomendasi
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Kasus Pemuda Tewas di...
Kasus Pemuda Tewas di Selokan Mustikajaya: 4 Orang Ditangkap, Motif Digali Polisi
Berita Terkini
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Infografis
Jalani Operasi, Marc...
Jalani Operasi, Marc Marquez Mundur dari MotoGP 2022
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved