Arab Saudi Dilaporkan Akan Melarang Haji bagi Jamaah dari Luar Negeri

Kamis, 06 Mei 2021 - 19:56 WIB
loading...
Arab Saudi Dilaporkan...
Pelaksanaan ibadah haji tahun lalu yang hanya diikuti jamaah dari Arab Saudi dan warga Muslim asing yang sudah lama menetap di Arab Saudi. Foto/Saudi Press Agency/Handout via REUTERS
A A A
RIYADH - Arab Saudi dilaporkan sedang mempertimbangkan untuk melarang jamaah dari luar negeri untuk ibadah haji tahunan karenakasus COVID-19 global meningkat. Jika benar, maka ini akan menjadi larangan yang kedua kali setelah tahun lalu diberlakukan larangan serupa.

Dua sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakannya kepada Reuters, yang dikutip Kamis (6/5/2021).

Langkah seperti itu akan membatasi ibadah haji tahunan ke Makkah, sebuah kewajiban sekali seumur hidup bagi setiap Muslim yang mampu.

Dua sumber tersebut mengatakan diskusi tentang opsi larangan telah berlangsung, namun belum ada keputusan akhir apakah akan melanjutkan kebijakan tersebut.

Baca juga: Indonesia Kerahkan 'Pasukan Setan', Benny Wenda 'Merengek' pada Dunia

Sebelum pandemi memaksakan social distancing secara global, sekitar 2,5 juta jamaah biasa mengunjungi situs-situs paling suci Islam di Makkah dan Madinah untuk haji selama seminggu, dan umrah sepanjang tahun, yang secara keseluruhan menghasilkan pendapatan sekitar USD12 miliar setiap tahun untuk Kerajaan Arab Saudi.

Sebagai bagian dari rencana reformasi ekonomi yang dilakukan oleh Putra Mahkota Mohammad bin Salman, kerajaan berharap untuk meningkatkan jumlah jamaah umrah dan haji masing-masing menjadi 15 juta dan 5 juta pada tahun 2020.

Rencana itu juga ingin menggandakan jumlah umrah lagi menjadi 30 juta pada tahun 2030.

Rencana itu, jika terealisasi, akan menghasilkan pendapatan 50 miliar riyal (USD13,32 miliar) hanya dari haji saja pada tahun 2030.

Dua sumber yang mengetahui masalah tersebut mengatakan pihak berwenang telah menangguhkan rencana sebelumnya untuk menampung jamaah haji dari luar negeri, dan hanya akan mengizinkan jamaah haji domestik yang telah divaksinasi atau telah pulih dari COVID-19 setidaknya enam bulan sebelum haji.

Pembatasan, lanjut salah satu sumber, akan diterapkan pada usia jamaah juga.

Sumber kedua mengatakan rencana awalnya untuk mengizinkan sejumlah jamaah haji yang divaksinasi dari luar negeri, tetapi kebingungan tentang jenis vaksin, kemanjurannya dan kemunculan varian baru telah mendorong para pejabat untuk mempertimbangkan kembali.

Kantor media pemerintah Arab Saudi tidak menanggapi permintaan komentar terkait rencana larangan tersebut.

Arab Saudi, yang mempertaruhkan reputasinya dalam menjaga situs-situs suci Islam di Makkah dan Madinah, melarang orang asing untuk menunaikan ibadah haji tahun lalu karena pandemi untuk pertama kalinya dalam sejarah modern kerajaan, yang memungkinkan hanya untuk sejumlah kecil warga Saudi dan warga asing yang telah lama menetap di sana.

Infeksi COVID-19 masih meningkat di 35 negara secara global. Setidaknya ada 153.508.000 infeksi yang dilaporkan dan 3.351.000 kematian yang dilaporkan disebabkan oleh virus corona baru sejauh ini.

India memimpin dunia dalam jumlah rata-rata harian kematian baru yang dilaporkan, terhitung satu dari setiap empat kematian yang dilaporkan di seluruh dunia setiap hari.

Pada bulan Februari, pemerintah Arab Saudi menangguhkan izin masuk ke kerajaan terhadap orang-orang yang datang 20 dari negara, kecuali diplomat, warga negara Saudi, praktisi medis, dan keluarga mereka, untuk membantu mengekang penyebaran virus corona baru.

Larangan tersebut, yang masih berlaku hingga saat ini, mencakup orang-orang yang datang dari Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Afrika Selatan, Prancis, Mesir, Lebanon, India, dan Pakistan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Iran Serang Kuwait,...
Iran Serang Kuwait, Arab Saudi: Itu Jahat!
Imbas Perang Iran, Proyek...
Imbas Perang Iran, Proyek NEOM Arab Saudi Impian Mohammed bin Salman Jadi Berantakan
Arab Saudi Ungkap 1,7...
Arab Saudi Ungkap 1,7 Juta Jemaah Laksanakan Ibadah Haji Tahun Ini
Sekutu Trump: Pangeran...
Sekutu Trump: Pangeran MBS Bisa Akui Israel Hari Ini, Masalahnya Ada di Raja Salman
5 Alasan Trump Ingin...
5 Alasan Trump Ingin Mewujudkan Tatanan Baru dengan Penerapan Perjanjian Abraham kepada Negara Muslim
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Serangan di SPBU dan...
Serangan di SPBU dan Permukiman Israel, Satu Orang Tewas
Diserang AS Lagi, Iran...
Diserang AS Lagi, Iran Tutup Selat Hormuz Tembak 2 Kapal Tanker
Rekomendasi
7 Fakta Menarik Hari...
7 Fakta Menarik Hari Pertama Piala Dunia 2026: Hujan Kartu Merah hingga Rekor Bersejarah Meksiko
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Latja di Polres Malang,...
Latja di Polres Malang, Taruna Akpol Didorong Pahami Implementasi Program Presisi
Berita Terkini
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved