Putra Mahkota MBS: Alquran Adalah Konstitusi Arab Saudi
Jum'at, 07 Mei 2021 - 04:00 WIB
loading...
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman. Foto/REUTERS
A
A
A
RIYADH - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman mengatakan Alquran adalah konstitusi di negaranya dari dahulu, sekarang dan sampai kapan pun.
Pangeran yang akan jadi raja tersebut menegaskannya dalam sebuah wawancaradengan media Arab Saudi, Channel 1 yang diterjemahkan oleh Middle East Research Institute (MEMRI). Dia berbicara panjang tentang konstitusi, paham wahhabisme, ekstremisme hingga moderasi di negaranya.
Baca juga: Indonesia Kerahkan 'Pasukan Setan', Benny Wenda 'Merengek' pada Dunia
Mohammad bin Salman yang populer dengan sebutan MBS menjelaskan bahwa sebagai pusat agama Islam, Arab Saudi telah menjadi sasaran kelompok ekstremis dan teroris selama bertahun-tahun. "Jika Arab Saudi ingin mendorong pertumbuhan ekonomi, maka Anda perlu mencabut ideologi [ekstremis] ini," katanya.
"Saya tidak berpikir bahwa saya dalam posisi untuk mendefinisikan arti 'moderasi', tetapi saya mematuhi konstitusi Arab Saudi, yaitu Alquran, Sunnah, dan Hukum Dasar Pemerintahan Saudi, dan kami [berdedikasi] untuk menerapkannya dengan cara terbaik dan dalam arti yang komprehensif dan mencakup semua," paparnya.
"Konstitusi kami adalah Alquran. Dulu, sekarang, dan akan terus ada untuk selama-lamanya. Hukum Dasar Pemerintahan menetapkan hal ini dengan sangat jelas. Kami, pemerintah, dan Dewan Syura, yang merupakan Legislator, atau Raja, sebagai sumber otoritas untuk tiga cabang pemerintahan, wajib melaksanakan Alquran, dengan satu atau lain cara," ujarnya.
Pangeran yang akan jadi raja tersebut menegaskannya dalam sebuah wawancaradengan media Arab Saudi, Channel 1 yang diterjemahkan oleh Middle East Research Institute (MEMRI). Dia berbicara panjang tentang konstitusi, paham wahhabisme, ekstremisme hingga moderasi di negaranya.
Baca juga: Indonesia Kerahkan 'Pasukan Setan', Benny Wenda 'Merengek' pada Dunia
Mohammad bin Salman yang populer dengan sebutan MBS menjelaskan bahwa sebagai pusat agama Islam, Arab Saudi telah menjadi sasaran kelompok ekstremis dan teroris selama bertahun-tahun. "Jika Arab Saudi ingin mendorong pertumbuhan ekonomi, maka Anda perlu mencabut ideologi [ekstremis] ini," katanya.
"Saya tidak berpikir bahwa saya dalam posisi untuk mendefinisikan arti 'moderasi', tetapi saya mematuhi konstitusi Arab Saudi, yaitu Alquran, Sunnah, dan Hukum Dasar Pemerintahan Saudi, dan kami [berdedikasi] untuk menerapkannya dengan cara terbaik dan dalam arti yang komprehensif dan mencakup semua," paparnya.
"Konstitusi kami adalah Alquran. Dulu, sekarang, dan akan terus ada untuk selama-lamanya. Hukum Dasar Pemerintahan menetapkan hal ini dengan sangat jelas. Kami, pemerintah, dan Dewan Syura, yang merupakan Legislator, atau Raja, sebagai sumber otoritas untuk tiga cabang pemerintahan, wajib melaksanakan Alquran, dengan satu atau lain cara," ujarnya.
Lihat Juga :