Diaspora Eropa-Amerika dan BaktiMed-doctorSHARE Kolaborasi Kemanusiaan

Senin, 03 Mei 2021 - 21:44 WIB
loading...
Diaspora Eropa-Amerika...
Webinar mengambil topik Langkah Kemanusiaan untuk Indonesia Maju oleh diaspora Eropa dan Amerika bersama Yayasan BaktiMed dan doctorSHARE. Foto/PETJ/AB1
A A A
STUTTGART - Perhimpunan Eropa untuk Indonesia Maju (PETJ) dan Amerika Bersatu (AB1) pada Sabtu (1/5), menginisiasi webinar bersama Yayasan BaktiMed dan doctorSHARE dengan mengambil topik “Langkah Kemanusiaan untuk Indonesia Maju”.

PETJ dan AB1 merupakan organisasi diaspora Indonesia yang bergerak di berbagai bidang, mulai dari teknologi sampai budaya, termasuk bidang kemanusiaan.

Langkah kedua organisasi Indonesia di luar negeri tersebut didasari keprihatinan tentang seringnya Indonesia mengalami bencana alam dan kenyataan masih banyaknya masyarakat kita di daerah terpencil yang belum mendapat pelayanan kesehatan yang memadai.

Baca juga: Gereja di Barcelona Jadi Lokasi Ibadah Umat Muslim Selama Ramadan

Ketua PETJ Ari Manik mengemukakan berbagai bencana yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia di tengah situasi pandemi global Covid-19, semakin memperlihatkan kenyataan kondisi infrastruktur pelayanan kesehatan yang sangat tidak memadai.

Baca juga: Taiwan Dapat Bantu Membangun Sistem Kesehatan Global Yang Lebih Tangguh dan Inklusif

Pada saat-saat seperti inilah rasa kemanusiaan kita harus semakin terusik dan kita tergerak untuk bisa berbuat lebih untuk membantu sesama anak bangsa.

Baca juga: PBB Kecam Keras Penembakan Ulama Ternama saat Salat di Masjid Kongo

Beberapa waktu lalu PETJ yang dikoordinasi oleh dr Sylvia Jenkins (UK) dan Husni Suwandhi (DE), menggalang dana bencana untuk kemudian menyalurkannya melalui kerja-kerja doctorShare dan BaktiMed.

Sementara Ketua AB1 Ronny Rusli mengatakan diaspora Indonesia di Amerika yang walau tidak bisa terjun langsung secara fisik membantu korban bencana, tetapi akan selalu siap mengupayakan bantuan, donasi dan volunteer seperti yang sudah dilaksanakan selama ini.

Pendiri Yayasan BaktiMed M Wahid Supriyadi, sangat menghargai inisiatif ini karena merupakan contoh kerjasama dan sinergi yang baik, antara diaspora kita di Eropa dan Amerika dalam membantu meringankan beban pemerintah melalui aksi social.

Wahid yang juga mantan Dubes RI untuk UAE dan Rusia merangkap Belarus menambahkan di dalam negeri, BakFMed juga telah berkolaborasi dengan doctorSHARE yang didirikan dr Lie Darmawan yang dikenal dengan pelayanan Rumah Sakit Apung (RSA) pertama di Indonesia.

“Walaupun baru didirikan sejak Januari yang lalu, BaktiMed telah melakukan berbagai aksi kemanusiaan dan terkahir saya bangga dapat bekerjasama dengan doctorSHARE,” ungkap Wahid.

Dr Lie Darmawan menyampaikan pengalamannya selama lebih dari 11 tahun mengabdi kepada masyarakat melalui RSA dengan segala suka dan duka.

Rumah Sakit Apung ini adalah bentuk inovasi untuk menjangkau pulau terpencil dan terluar Indonesia yang tidak memiliki akses pelayanan kesehatan yang memadai.

Saat ini, doctorSHARE telah mengoperasikan 2 RSA. Ini masih jauh dari memadai. Salah satu komponen biaya yang cukup tinggi adalah biaya bahan bakar kapal, apalagi di bagian timur Indonesia, disamping biaya maintenance dan operasional lainnya.

Tetapi Dr Lie dan kawan-kawan terus berupaya memberikan layanan kesehatan gratis terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan.

RSA dr Lie saat ini sedang melayani warga terdampak bencana di pulau-pulau terluar Nusa Tenggara Timur.

Webinar kali ini diikuti oleh lebih dari 80 peserta dari benua Eropa dan Amerika, juga dari Indonesia, menghasilkan kesepakatan untuk terus bekerja sama saling membantu meringankan saudara-saudara kita di tanah air.

Untuk info selanjutnya dapat menghubungi Husni Suwandhi, melalui WA nomor +49 1577 7780 888.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kantor Media Pemerintah...
Kantor Media Pemerintah Sangkal Klaim Dewan Perdamaian soal 602 Truk Bantuan Masuk Gaza
1,6 Juta Orang Masih...
1,6 Juta Orang Masih Hadapi Kelaparan Tingkat Krisis di Gaza
Kontraktor AS di Balik...
Kontraktor AS di Balik Alligator Alcatraz Kandidat Terdepan Proyek Bantuan Gaza
90% Warga Gaza Bertahan...
90% Warga Gaza Bertahan Hidup Hanya dengan 1 Kali Makan Sehari
PBB Ungkap 9 Upaya Pengiriman...
PBB Ungkap 9 Upaya Pengiriman Tenda ke Gaza Ditolak Israel
Israel Masih Batasi...
Israel Masih Batasi Masuknya Bantuan ke Gaza, Tutup Akses Langsung ke Utara atau Selatan
Milad ke-24, BSMI Komitmen...
Milad ke-24, BSMI Komitmen Kokohkan Pelayanan Kemanusiaan Bagi Indonesia dan Dunia
Heboh! Pentagon Sempat...
Heboh! Pentagon Sempat Lockdown Usai Sensor Deteksi Antraks, Ternyata Alarm Palsu
Sosok Elon Musk, Triliuner...
Sosok Elon Musk, Triliuner Pertama di Dunia Berkat IPO SpaceX
Rekomendasi
Limbad Jenguk Haji Bolot...
Limbad Jenguk Haji Bolot di Rumah Sakit, Doakan Sang Komedian Cepat Sembuh
Berawal dari HP Kentang,...
Berawal dari HP Kentang, Adang Haedaroh Sukses Jadi Kreator Gaming dengan 61 Ribu Followers
Prabowo Perintahkan...
Prabowo Perintahkan Rosan Jelaskan Kondisi Investasi RI di Istana Merdeka Besok
Berita Terkini
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
Ini Gaun Emas Termahal...
Ini Gaun Emas Termahal di Dunia! Beratnya 10 Kg, Harganya Rp24 Miliar
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved